Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

Kakek dan Cucunya yg Bodoh Part II

Kakek dan Cucunya yg Bodoh Part II

BY: Merlung Comunity

Dibawah Sinaran Rembulan Malam, duduk lah kakek dan cucunya d i pelantaran pondok sambilberbual.

''cung, macam mano kito esok mukat, kito bawak pukat banyak - banyak" ucap si kakek sambil mengunyah goreng ubi. "boleh jugo tuk, dimano rencano nyo tuk?" simbat cucu. "basenglah, pokok a kito cari jo tempat nan elok a" jawab kakek lagi. malam pun berlarut dan menjelang tengah malam tidurlah mereka di pondok yg dikelilingi kebun sayur mayur yg tampak tak beraturan.

keesok paginya, berangkatlah mereka mencari nan menyelusuri sungai untuk mencari lubuk yg cocok. maka bertemu lah sebuah lubuk, tampa panjang waktu, di bentang/pasanglah pukat tadi. sambil memasang pukat kakek memberitahukan pada cucunya " cung, kalgi pas mangkit pukat ambek nan banyak ngno yo" "yo lah tuk" jawab si cucu. selesai lah pukat dipasang, lalu bersitrahatlah mereka. maataharipun semakin condong menandakan hari menjelang sore, bersiaplah mereka untuk memangkitpukat. " cung kau bangkit di sano yo, biar datuk disko" perintah kakek, "yo tuk, amanlah tu" jawab cucu lagi. setelah beberapa lama selesailah mereka memangkit pukat.

naiklah mereka ke darat, "banyak cung dapat a, datuk ko dikit dapat a, cuma 2 ekok" ucap si kakek sambil memegang tempat ikan. " baammmm.. dikit nian tuk, ko sayo banyak dapat a" ucap sicucu sambil memperlihatkan hasil tangkapannya. alangkah kagetnya si kakek, dengan suara lantang kakek berkata " ooo cung, ngapo daun nan kau ambik, nan di ambik tu ikan, aduh cung... cung a" . dengan rasa takut si cucu menjawab " kan datuk nan nyuruh ngambik nan banyak ngeno, ko nan banyak ngno, nan laen sayo buang lah tuk.

Dengan senyuman bercampur kesal pulanglah mereka, hanya 2 ekor ikan kecil yg dapat di bawak pulang.===

Baca Selengkapnya.... - Kakek dan Cucunya yg Bodoh Part II

Belajar Baso Merlung.

Buat Rekan - rekan, Silakan Komen, kalu bisa dengan menggunakan bahasa Merlung terutama bahasa Merlung Dulu dan sekitarnya (Mertulu)

B. Indonesia : Baso Merlung

Suap/Menyuap :Sapian
Masak Nasi : Ngilon nasi/batanak
Masak Air : nyerang Air
Mendidih : ngelgak
Piring : Pinggan
Sendok : Sudu
Teko : Bjat
Nasi Kesai : ???
Aduk : Kucau
giling : lenyet
angat kuku :kakroan
cicipi : rasoan
Galon/jerigen : Teng/geleng
cuci : Basuh/sesah
Nyuci (alat masak) : babasuh
Nyuci Pakaian : Nyesah
Nyapu : Nyepai
Bersihin Rumah : Bakemas


Baso Merlung: B. Indonesi
Andar : hanya
Bacakap : bicara
Bagaut : menggaruk
Bjat : teko
Cerek : ceret
Cleh : curiga
Jolak : dorong
Kerat : potong
Kalebak an : balikan
Kocoul : lepas
Kuku kerang : mata kaki
Luahan : muntahan
Maruaw : serautan (rambut)
Menyepak : menendang
Merayau : meraba
Mongkang : lempar
Mongkas : terlepas dari tumpuan
Ngalatuan : menggigil
Ngaliat :
Ngalocoul :
Ngarukus : mengigil
Ngelepot :
Ngiai :
Ngintai : ngintip
Nijek:
Nudup : minum bibir langsung menempel di mulut botol
Nylek : melihat dari tempat tersembunnyi/ beda dengan ngintip
Nyulouk : menggapai dengan galah
Orak : celana yang terlepas
Pacul : lepas
Pangele’an : jendela
Pentung : lempar
Penyulouk : galah
Roat : batang/dahan pohon yg patah tapi masih melekat
Rpe : dahan yang terlepas dari percabangan batang
Saroal : celano
Sepelet : sedikit
Selot : rumit
Slipar : sandal
Sompot : potongan pendek
Tedeng pintu : orden
Trai : coba/tes
R etok : sulit
Pungkau : kalian
Ngelutuan : Menggil kedinginginan
Ngelegasan : gemetaran
Boyo : lobo
Kolok iko : begini
Sekolok iko : serupa ini
Sali : rindu
Ngerot : curang
Tebayak : tumpah
Tekalik: tumpah
Gerobok : Lemari
Bertemu : bersuo
Jerambah : Jembatan
Rawa : Payo
Kaca : beling

B. Indo : B. Merlung
Pagar : Kandang
Kandang Ternak : Reban
Jempol : Induk Tangan/kaki
Mata Kaki : Kuku kerang
Jenggot: janggut
Ketombe: Ae maer
Panu : lawa
Keringat : peluh
cakar : gergau
Kapan : bilo

Ini hanya sebagian kecil kosakata dari bahasa asli merlung.
Baca Selengkapnya.... - Belajar Baso Merlung.

Pernak Pernik Budaya..

By : Merlug Comunity

Masih ingatkah Menangguk massal?

Salah satunya Menangguk Massal di danau Tinggi yang merupakan tradisi tahunan masyarakat Desa Merlung.

Menangguk yaitu Mencari ikan disungai, danau, Lbung dengan menggunakanalat yang disebut “Tangguk” atau menggunakan alat lain yg seperti Tudung Saji, dilakukan sendirian atauberamai ramai.

------------------------------------------

Apa itu Remajang?

Remajang berasal dari kata “Remaja” dan akhiran “ng”

Remajang adalah sebuah tahapan dalamproses pernikahan, dimana para remajaberdatangan kerumah mempelai baik laki – laki maupun perempuan untuk membantumemasang pelaminan.

-----------------------------------------

Kumpul Waris

Dulu dalam adat setelah pernikahan, di Merlung mengenal adanya ngumpul ahli waris. dimana dalam acara tsbt ahli waris menasehat penganten baru dalam bentuk seloko adat. Selain itu tujuannya adalah untuk mengenalkan kerabat2nya pada pengaten baru.

Ahli waris hampir sama dengan kepala suku.

Masih adakah sekarang?

-------------------------------------------

secara kasat mata mungkin kita pandang dalam akad nikah itu sama saja disetiap daerah.

Namun patut kita ketahui, walaupun daerah kita ini boleh dikatakan sudah menjadi kota dan maju, namun adat kita tetap terpakai.

Di Merlung yg menikahkan mempelay adalah Imam, bukan dari KUA (puaket). Dalam tatanan Hukum formal ini dianggap tidak sah, cuma sah secara Agama (surat nikah tidak bisa dikeluarkan).

Namun karena adat istiadat ini kuat dan sudah melekat secara turun temurun, maka untuk wilayah Merlung dan sekitarnya pernikaan seperti ini dianggap sah secara hukum (surat nikah bisa dikeluarkan), dan dalam proses pernikahan yg menikahkan tetap Imam. Beda dengan daerah lain...

--------------------------------------------------

Baca Selengkapnya.... - Pernak Pernik Budaya..

Senin, 28 Februari 2011

MENGAPA KUNTALA BUKAN MERTULU

Posting by MQ Project 2011

Oleh Erdianto Effendi

Kawan-kawan sepejuangan,

Sekilas Tentang Kuntala

Menurut Mulyana (1981), tuponim Kandali dan Kantoli yang berada di sekitar Jambi, mungkin berasal dari India Selatan. Kedua tuponim, yakni Kandali dan Kantoli, berasal dari transliterisasi Cina suatu tempat yang belum diketahui hingga sekarang, sepertinya Benggala – Benggali, Ghandara – Ghandari, Badara – Badari, Kuntala – Kuntali, Kantoli – Kandal…i. Lebih jauh dikemukakan bahwa gophala diucap ghopal, Sanjaya sebagai Sanjay, Sriwijaya sebagai Sriwijay. Kuntala sebagai Kuntal dan juga Tungkal. Di Sumatea Timur terdapat sungai Tungkal yang bagian hulunya bernama sungai Pengabuan dan hilirnya bernama sungai Tungkal yang bermuara di Kuala Tungkal. Dalam penjumlahan negara Laut Selatan yang mengirim utusan ke Cina, oleh I Tsing tidak disebut-sebut tentang kerajaan Kuntala (Kandali, Kantoli). Nasib negera ini selanjutnya juga tidak diketahui, mungkin dikuasai oleh Jambi. Yang jelas, pada abad ke-7, muncul dua kerajaan di pantai timur Sumatera yakni: Moloyu (Malayu, Jambi) dan Sriwijaya (Palembang). Dalam perkembangan selanjutnya antara sekitar 670-742 Masehi Shih-li-fo-shih dianggap sebagai Sriwijaya dan antara 853 – 1037 Masehi sebagai San-fo-tsi.

Mari satukan visi, perluas gerakan jangan mengeksklusifkan diri.

Tungkal Ulu adalah nama marga yang beribukota di Merlung sejak pertama sekali Belanda menguasai Jambi sekitar tahun 1910 an dg wilayah di 6 kecamatan skr (Tk Ulu, Mrlung, Tebing Tinggi, Btg Asam, Muaro Papalik dan Renah Mendaluh).Pada tahun 1940 dibentuk k…ecamatan Tungkal Ulu dg ibukota di Pelabuhan Dagang dengan wilayah yg sama dg wilayah Marga Tungkal Ulu. Tahun 1990 an Kecamatan Tungkal Ulu dipecah menjadi dua dengan dibentuknya Kecamatan Merlung.

Penyebutan Merlung mengidentikkan hanya dg satu desa dalam kecamatan Merlung skrg. Penyebutan Tungkal Ulu sebenarnya lebih pas, tapi 3 kecamatan di bagian selatan (Merlung, Muaro Papalik dan Renah Mendaluh) sebelumnya jadi bagian dari kecamatan Merlung, kecamatan kedua setelah Tungkal Ulu.

Sebelum berdirinya kecamatan Merlung, desa terbesar di Tungkal Ulu adalah Merlung, dan nama Merlung memang lebih dikenal di Jambi. desa kedua yaitu Lubuk Kambing, ketiga Tebing Tinggi dan barulah Pelabuhan Dagang menjadi keempat.Selain sebagai desa dengan jumlah penduduk terbesar Merlung tetap punya nilai historis dan penting karena ia adalah ibukota Marga Tungkal Ulu dengan wilayah yang sama.

Dg dibukanya PT WKS/LPPI di Tebing Tinggi, Tebing Tinggi menjadi desa terbesar tidak saja se Tungkal Ulu tetapi juga se Tanjung Jabung Barat dg memilki 49 TPS.

Perdebatan tentang nama antara Tungkal Ulu atau Merlung tidak pernah terjadi sebelum Merlung menjadi kecamatan. Perdebatan mulai sering terjadi ketika Merlung telah menjadi kecamatan sendiri. Perdebatan untuk menyebut komunitas ini telah sering terjadi, di antaranya dalam musyawarah pembentukan kembali Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Tungkal Ulu (IKAMATU) yg sebelunya telah lama terbentuk. Disepakati dalam musyawarah yang dihadiri sebagian besar tokoh Baihaqy Idrus/Mantan Ketua Pt Jawa Tengah (Penyabungan), (Mustafa Bakri, Mantan Kadis Pendidikan Tanjung Jabung (Bt Asam), Syahrasadin, Calon Sekda Prov.Jambi (Plb Dagang), Taufik RH, Kepala Biro Pemprov (Plb Dagang), Kailani, mantan Sekda TJB dan Kota (Btg Asam), Martunis/Kadis Pendidikan TJB (Lb Kambing), Faisal Alwi, Ketua DPD Golkar TJB (Lbk Kambing), M. Noor (Btg Asam), Mulyani (Ketua DPRD TJB) (Merlung), Syamsudin (Penyabungan) dan saya Erdianto Effendi juga hadiri disepakati tetap dg nama TUNGKAL ULU dan sekretariat berkedudukan di Merlung.

Faisal Alwi sempat mengusulkan nama Pengabuan agar lebih umum dan dapat menerima komunitas Melayu seketurunan di Senyerang dan Teluk Ketapang. Tapi penyebutan istilah Pengabuan akan menjadi kabur karena pada saat itu telah ada nama Kecamatan Pengabuan di wilayah Ilir.Saya mengusulkan nama Melayu Tanjab Barat, tapi sebagian besar peserta juga menolak.

Nama organisasi mahasiswa dan pemuda pertama yang dibentuk Zamzami (lb Kambing) dg nama IPTU (Ikatan Pelajar dan Pemuda Tungkal Ulu, waktu itu belum banyak anak Tungkal Ulu yg jadi mahasiswa). Dalam rapat pembaharuan organisasi pelajar Tungkal Ulu yang saya “Erdianto Effendi” dan Katamso SA (skrg Wabup Tanjab Barat prakarsai juga sepakat dg nama Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Tungkal Ulu yg memilih sdr Katamso SA sebagai ketuanya dan saya Erdianto sebagai sekretarisnya. Ikatan Sarjana Tungkal Ulu yang diketuai Syahrasadin dan sekretaris Bailah juga sepakat dengan nama Tungkal Ulu.

Di tingkat mahasiswa setelah periode Katamso dan saya 2000 an terbentuk Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Tungkal Ulu (HIMAPTU) dengan Ketua Berlian. ketua selanjutnya adalah Dedi asal Suban Chandra Irawan asal Merlung. Bersamaan dengan itu mulai tumbuh juga organisasi sejenis dengan nama Merlung baik dalam konotasi kecamatan Merlung maupun Desa Merlung.

Istilah Mertulu pertama sekali digunakan untuk menyebut organisasi paguyuban di Kota Kuala Tungal serupa yang diketuai Burhanudin Anggota DPRD TJB asal Batang Asam atas prakarsa Wakil Bupati saat itu Dr. Safrial. Pada waktu diadakan pertemuan di Balai Serba Guna di Merlung yang diprakarsai Syamsu Warna Putra, disepakati juga nama Mertulu.

Saya yakin apakah namanya Mertulu atau tetap Tungkal Ulu saja, tidak akan menjadi masalah. Tetapi kita mesti hati-hati jangan sampai perjuangan ini terkesan menonjolkan keinginan sekelompok wilayah saja (contoh beberapa orang dari Suban secara bergurau menolak masuk dalam komunitas ini di FB karena “merasa bukan Tungkal Ulu dan Merlung”. Karena itu, mari kita jadikan perjuangan ini perjuangan semua kita apapun namanya. Namun untuk menghindari kesan menonjolnya wilayah tertentu maka saya mengusulkan nama KUNTALA, sebuah nama yang netral karena akan lebih inklusif dan dapat menampung semua wilayah secara merata tanpa ada yang merasa dinomor satu atau nomor duakan. Seandainya suatu saat keinginan kita bersama dikabulkan Allah dengan terbentuknya kabupaten di wilayah kita, maka alangkah indahnya jika nama kabupaten ini bernama KUNTALA. Memang nama Kuntala sendiri masih menjadi perdebatan dalam sejarah. Tetapi itu tidak lah dapat menjadi alasan kita menggunakan nama Kuntala. Telah banyak kabupaten yang telah ada menggunakan nama kerajaan zaman dahulu dengan maksud membangkitkan kepercayaan diri masyarakatnya seperti Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Kutai dstnya. Bahkan nama Sriwijaya yang digunakan oleh masyarakat Sumsel telah mendarah daging padahal hingga kini masih terjadi perdebatan yang tidak tuntas dimana sebenarnya ibukota Sriwijaya.

Khusus kawan-kawan dan tokoh dari Desa Merlung yang paling giat mengkampanyekan pembentukan kabupaten baru ini tidak perlu merasa berkecil hati dengan nama Kuntala, karena bukankah nama Kuntala telah digunakan sejak zaman dahulu sebagai nama Lapangan Bola kaki di Merlung? Selain itu secara sosiologis istilah Merlung jauh lebih populer dalam perbincangan masyarakat Provinsi Jambi. Saya sendiri lebih sering disebut sebagai “orang Merlung” oleh orang lain di Kota Jambi daripada sebagai orang Tungkal Ulu apalagi sebagai orang Pelabuhan Dagang. Kalaupun saya memperkenalkan diri sebagai orang Pelabuhan Dagang, lawan bicara saya akan bertanya, sebelah mananya Merlung? Jadi biarlah secara alamiah masyarakat lebih mengenal Merlung dan secara yuridis akan bernama Kuntala. Lebih-lebih lagi jika nantinya Merlung ditetapkan sebagai ibukota kabupaten baru itu. Kemungkinan itu sangat mungkin terjadi karena dari beberapa pilihan untuk jadi calon ibukota kelak, Pelabuhan Dagang dan Merlung lah yang menurut saya paling layak dipertimbangkan. Tebing Tinggi memang saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang paling ramai, tetapi itu saja tidak cukup jadi alasan karena letaknya tidak di tengah-tengah. Seandainya Tanjung Jabung Barat tidak dimekarkan dan ibukota dipindahkan ke Tebing Tinggi, itu juga bukan pilihan baik karena Tebing Tinggi tidak berada di jalur lintas timur Sumatera dan sulit diakses di jalur darat. Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak menjatuhkan pilihan ibukota pada Nipah Panjang dan lebih memilih Muara Sabak. Kita sudah belajar dari sejarah dan fakta saat ini karena ibukota Tanjung Jabung Barat di Kuala Tungkal yang berada di pinggir pantai Tanjung Jabung Barat (tidak di tengah-tengah) senyatanya menjadi salah satu alasan keinginan dipercepatnya pemekaran.

Selain alasan geografis, secara kultural perlu juga dipertimbangkan bahwa saat ini di Tebing Tinggi penduduk asli/lokal Melayu merupakan minoritas. Jika ditetapkan Tebing Tinggi sebagai ibukota dikhawatirkan kemajuan ibukota Kuntala nantinya hanya akan memarginalkan penduduk lokal, contoh orang Betawi di Jakarta. Penetapan Merlung sebagai ibukota Marga dan Pelabuhan Dagang sebagai ibukota kecamatan pada zaman kolonial menunjukkan bahwa kedua tempat memang telah diperhitungkan oleh para insinyur Belanda layak untuk jadi pusat pemerintahan.

Sebagai orang yang berasal dari Pelabuhan Dagang sudah tentu ada subjektifitas dalam diri saya atas pilihan Pelabuhan Dagang. Namun saya yakin jika sampai kita ke sana pilihan akan jatuh kepada Merlung mengingat faktanya saat ini, orang Merlung yang berkiprah di level kabupaten dan provinsi jauh lebih banyak daripada orang Pelabuhan Dagang.

Baca Selengkapnya.... - MENGAPA KUNTALA BUKAN MERTULU

Kamis, 24 Februari 2011

PAKAIAN ADAT, PAKAIAN PENGHULU, KERIS ADAT, PAKAIAN PENGHULU YANG DIPAKAI OLEH MENDELIKO (DATUK ANDIKO) Merlung dan Tungkal Ulu

SEBAGAI LAMBANG ADAT

I. PAKAIAN ADAT

Baju kurung teluk belango, bewarna kuning

Celano gunting cino

Lengan baju dan kaki celano lebar

Baju kurung menunjukan lapang dada dan pikiran

Lengan baju dan kaki celana lebarberarti lekas menolong orang

Berbulang dalam artinyo tibo diperut tidak dikempiskan

II. KERIS PAKAIAN PENGHULU

a. keris berhulu bintang timur

celak selampu alam

singangar sebulan panas

sekilat bekelementang

b. sarungnyo kayu mandah besar

tumbuh ditengah padang

kayu itu tidak rebah dibeliung dan kapak

tidak goyang dek gempo 7 hari

batangnyo selebar alam

buahnyo sebesar cupak

diambil kini dimakan kemaren

Artinyo

a. bintang timur : selamo-lamonya terang (adat tadi)

celakselampu alam : pandangan penghulu tidak ada nan jauh

singagar selan panas : kato-kato penghulu itu biso

berkilat bekelementang : – keris pantang dicabut, kalo dicabut idak nikam, nikam diri sendiri (maksutnyo undang-undang tidak dijalankan)

- sepandai-pandai orang mengelak, dibalik pulau keno jugo (artinyo seseorang yang berbuat salah, maka melarikan diri ke lain tempat atau nagari , selamo di rantau tidak dapat pulang juo apabila pulangnyo dimakan hukum jugo.

Tidak sempurna seorang penghulu idak memakai keris adat

Sifat penghulu semacam ayam, anak-anaknyo dibawah sayapnyo

b. sarungnyo kayu mahdan besar : besar kekuasaan penghulu

tumbuh di tengah padang : kekuasaan di sekitar negerinyo

kayu yg tidak rebah dibeliung/kampak: tidak telap di apo2 jika ionyo lurus dan benar

tidak goyang dek gempo 7 hari : tidak makan hasut dan fitnah

batangnyo segedang benang : penghulu yang lurus seperti benang yang dibentang

daunnyo selebar alam : kekuasaannyo seluas daerahnyo sajo

buahnyo selebar cupak : itulah adat

diambil kini, dimakan kemaren : itulah adat (undang-undang) inilah hari berbuat salah, undangnyo sudah ado

SUMBER: DOKUMEN (alm) DEMONG H. RIFA’I-(MQ PROJECT 2011)

Baca Selengkapnya.... - PAKAIAN ADAT, PAKAIAN PENGHULU, KERIS ADAT, PAKAIAN PENGHULU YANG DIPAKAI OLEH MENDELIKO (DATUK ANDIKO) Merlung dan Tungkal Ulu

Jumat, 21 Januari 2011

Permainan Tradisional Asli Merlung “Capeng”


Permainanan “capeng” adalah permainan tradisional daerah merlung dan sebagian wilayah Mertulu (tanjab Barat), permainan ini dimainkan laki laki 2 regu atau perorangan yang menggunakan seperangkat alat (capeng dan panepek).






Alat Permainan

  1. Capeng


Capeng berbentuk oval pipih terbuat dari batok kelapa, batok kelapa di pilih yg tebal dan yg lebih bagus adalah batok kelapa muda, batok kelapa tidak boleh mempunyai serat yg berlapis.

Cara pembuatan: siapkan parang/golok yang tajam, amppalas (biasanya memakai daun dari tumbuhan yg disebut daun amplas), batok kelapa.

Batok kelapa di bentuk oval dengan salah satu sisi panjang membentuk runcing, diameter ± 4 cm, dibentuk sedemekian rupa, bahkan bisa di variasi membentuk tanduk disisi atas. Setelah terbentuk haluskan sisinya dengan amplas.


2.
Panepek

Panepek dugunakan untuk meluncurkan capeng dengan cara meletakan capeng ditanah dan letakan ujung runcing panepek ke ujung runcing capeng dan panepek di pukul/tpek.

Terbuat dari bila bambu, dibuat membentuk memanjang dengan salah satu ujung runcing. Panjang ± 39 cm, lebar salah satu ujung 1 – 2 cm (panjang juga bisa ditentukan).







Lapangan/arena

Arena bermainan di pilih dengan testur tanah datar, memanjang. Ukuran panjang tidak ditentukan (menurut kesepakatan yg ada saja).

  • Tempat mawak: tempat dimana untuk melontarkan capeng ke arena capeng penunggu.
  • Tempat nunggu: tempat memasang capeng bagi penununggu.


Cara Bermain untuk beregu

  • Ngundi regu siapa yg duluan mawak : Dilakukan dengan cara meleparkan panepek ke atas, sebelumya regu memilih sisi bilah, yg sisi kerasa atau lembut. Stelah jatuh ketanah dilihat sisi mana, apabila yg sisi keras maka yg mawak regu yg memilih sisi keras atau sebaliknya.
  • Penunggu : Yang nunggu memasang capengnya (dengan menancapkan sisi tajam capeng padaa lobang yg telah ditentukan) di arena penunngu, dengan deretan berjarak dari satu capeng kecapeng lain ± 3 meter, sisusun lurus memajang kearah tempat mawak.
  • Yang mawak : Yg mawak pergi ke tempak mawak ± 25 m dari tempat nunngu, dan satu persatu melontarkan capeng ke arena nunggu (masang) .
  • Cara manepek.

1. Tangan kiri memegang panepek

2. Tangan kanan manepek (memukul) panepek

3. Capeng ditempatkan di tanah dg posisi menelentang, sisi runcing panepek ditempatkan di sisi runcing capeng.

  • Capeng yg sudah sudah dilontakan diukur dengan menarik garis lurus memotong garis lurus memasang. Dan satu persatu dari regu untuk menepek yang mana harus mengenai capeng regu penunggu. Jika mengenai capeng dan capeng penunngu roboh dari tempat masang, maka berhak kembali untuk mengenai capeng penunggu yang lain, dan jika tidak kena maka tidak boleh lagi dalam sesi mawak pertama ini. Capeng yg roboh tak boleh di pasang kembali. Dalam permainan ini jika regu pembawa telah mengenai semua capeng penunggu maka pembawa kembali mawa, dan jika ada yg tersisa maka bergantian, pembawa menjdai penunggu.


Istilah dan hal hal dalam permainan capeng

1. Palang

Dikatakan palang jika capeng pembawa pas mawak dan dilontarkan langsung mengenai capeng penunggu. Bonusnya sesuai urutan capeng penunggu. Jika capeng urutan ke 3 dari pembawa, maka bonusnya akan ditambah mendekati area penunggu di ukur dengan 3 kali ukuran panepek.

2. Memecahkan Capeng

Para pemain berusaha memecahkan capeng penunggu dengan capeng dirinya, dengan cara memukul kuat panepek yg dipasang capeng, jika pecah itu merupakan kepusan tersendiri. Pembawa yg mengenai capeng maka ia berhak untuk mengenai capeng selanjutnya. Dan tidak membawa lagi ketika tidak mengenai lagi.

3. Game

Game nya permainan capeng ini tidak di tentukan, Cuma jika mendapatkan palang terus, maka tempat mawak akan terus mendekat dan ujung2 nya habis wilayah, maka game lah permainan ini.

Sangat susah memperjelaskan permainan ini, karena tidak ada tauran bakunya, dimainkan sesuai dengan permintaan.

Sebagai contoh, permainan ini tidak ada gamenya jika tidak ditentukan waktu atau bonus jika selesai dalam mengerjakan mawak.

4. Hukuman.

- Bisa dengan jalan kaki satu dengan jarak sepanjang arena permainan

- Atau dengan memecahkan capeng pihak kalah.


Cara bermain untuk perorangan

  • Pada intinya sama, yang membedakan adalah, pemain yang membawa tidak tergantung pada pembawa lain
  • Mengundi untuk mawa: sama seperti bergu, bedanya pemain semuanya harus memilih, apakah panepek sisi keras atau sisi lembut, jika ternyata setelah dilemparkan jatuh kebawah dan dalam posisi kerasa di atas maka yg memilih keras mawak dan yang sisi lembut nunggu/ nyadi, atau sebaliknya
  • Untuk mawak sama seperti beregu, namun yang membedakan adalah pembawa tidak harus mengenai semua capeng, cukup 1 capeng saja maka ia berhak untuk mawa kembali, dan jika terjadi palang maka itu adalah hak dia sendiri untuk dapat bonus yaitu jatah mendekatkan tempat mawak ke area penunggu di ukur dengan panepek sesuai nomor urut capeng menunggu, jika satu maka satu kali ukuran panepek juga bonusnya.
  • Pemain yang nunggu harus memasang kembali capeng yang telah roboh untuk dapat lagi pemain pembawa lain untuk dapt mengenai capennya. Peunggu berhak untuk mawak jika tidak satu pun pembawa mengenai capengnya, dan yang capengnya kena akan tetap menunggu dan menempatkan masang berubah menjauhi arah mawak (jika ada yang kosong). Untuk pembawak yang tidak mengenai satupun capeng penunggu, maka ia akan ikut jadi penunggu.
  • Game: tidak ditentukan, bahkan permainan ini bisa mencapai berjam jam lamanya.

Pesan Penulis:

  1. Untuk dapat permainan ini dipertandingkan secara resmi, maka permain capeng ini perlu membuat aturan bakunya.
  2. Penulis sadar tulisan ini jauh dari sempurna dan mungkin tidak sesuai apa yg sebenarnay, apalagi tidak terlalu di jelaskan dengan gambar. Penulis juga mengakui bahwa penulis kesulitan untuk menulis tentang ini, terutama dalam hal “Bahasa” dan untuk menjelaskannya.
  3. Untuk itu, penulis memohon koreksi, saran dan bantuan sahabat sahabat agar tulisan ini dapat disempurnakan.
  4. Atas koreksi, saran dan bantuannya di ucapkan terimah kasih.

By: Admin Merlung Comunity

Baca Selengkapnya.... - Permainan Tradisional Asli Merlung “Capeng”

Sabtu, 16 Oktober 2010

1O ORANG MERLUNG TERKEMUKA

Oleh Ebit Mardona, SP.

Adapun sepuluh orang ini adalah pendapat saya yang telah cukup mendalami beberapa tokoh, masih ada beberapa tokoh yang perlu mendapat perhatian yang tertinggal. Yang menjadikan pemikirannya adalah apa sumbang sih mereka terhadap kemajuan Merlung. Bagaimana peran mereka memperkenalkan merlung ke pelosok jambi dan nusantara ini.

1. H.ABD.AZIZ (1898-1960)
Beliau seseorang ulama besar merlung. lulusan ponpes seberang kota jambi anak dari H.Daud. juga seorang panutan pada masanya. Dia memiliki saudara saudara yang juga ulama besar di merlung. H. Majid berkat usahanya merlung menjadi pusat pendidikan agama islam. Cahaya ilmu di kepasirahan tungkal oeloe dan kec tungkal ulu. Pengaruhnya sangat terasa pada kehidupan agama pada orang orang merlung sampai saat ini madrasah darul islam menjadi cahaya ilmu menyebar keseluruh kecamatan. Dia juga disegani berkat akhlakul karimah, menjaga setiap inci perkataan sebagian besar masyarakat menjuluki sebagai ulama, datuk hakim, sekaligus sufi. Dia menjabat sebagai datuk hakim ke-3 pada pemerintahan kepasirahan. Saat wafat ribuan orang mengantar jenazahnya sampai keliang lahat di pemakaman di komplek mesjid Jami’ Almujahidin.

2. Dr. Ir. SAFRIAL, MS.
Sebagai Bupati Tanjab Barat priode 2006-2011 dan kandidat calon bupati dan calon gubernur untuk priode 2011-2016,namun nasib masih belum berpihak. Dia lahir di merlung tahun 1956, dalam penokohan ini dia ditempatkan diurutan ke-2, karena sesuai dengan pengaruh terhadap merlung dan tungkal ulu,sepanjang sejarah merlung, dia lah tokoh membawa pencapaian merlung gilang gemilang. tetapi untuk Kabupaten Tanjab barat, kami akan memposisikan di nomor satu sesuai pengaruhnya terhadap pembangunan kabupaten ini apa lagi dia merupakan putra asli tanjab barat. Bukan sebelumnya bupati bukan putra asli tanjab barat. Karirnya dimulai dari dosen peternakan Unja, kemudian melanggeng sebagai wakil bupati tahun 2001, sampai akhirnya menjadi orang nomor satu di Tanjab barat.


3. M.T. FACHRUDDIN ( )
Tidak banyak masyarakat Merlung yang melek huruf latin pada masanya, sekolah pada masyarakat melayu dianggap tidak begitu penting, mereka lebih memilih memotong karet, tetapi dari sekian itu masih ada yang bersekolah tinggi sampai dia bersekolah ke Pematang Siantar Sumatera Utara dan kabarnya satu sekolah dengan Wakil Presiden RI ke-3 H. Adam Malik. Dialah tokoh sentral dalam dunia pendidikan modern di masy. Merlung. Berkat kecerdasannya dia dipilih menjadi Pasirah II di Kepasirahan Toengkal Oeloe . dia juga pernah menjadi anggota dewan terhormat prov. Djambi. Almarhum wafat di merlung dimakamkan di makam Pahlawan dan mewariskan kepada anaknya menjadi Pasirah berikutnya.


4. AHMAD DAHLAN/PASIRAH PATAH ( )
Dia lah pasirah pertama di Toengkal Oeloe, sebelum adanya kepasirahan, dia sudah terkenal dengan sebutan orang kayo yaitu sebutan untuk pemimpin pada zaman itu, dan semenjak belanda masuk ke daerah merloeng sekitar 1900-an awal, dia diangkat menjadi kepala pasirah merloeng, sebelum akhirnya disebut pasirah toengkal oeloe pada tahun 1951. Kakinya patah ditembak pistol sewaktu melawan pengkhianat yang ingin membunuhnya. Dia dimakamkan di kompleks Masjid Jami’ Al- Mujahiddin Merlung.

5. H. SUHAI SIREGAR
Hingga tahun 2010 ini dia masih bertengger sebagai orang terkaya nomor wahid di Merlung dan Tungkal Ulu, bahkan se-Kab Tanjab Barat(untuk tnjab belum disurvei). Tokoh yang merupakan Kakak dari Bupati Tanjab Barat ini terkenal dengan kedermawanan mungkin sifat yang diwariskan alm ayahnya Khairudin, menghibahkan tanah pembangunan SD, SMP,kantor PU yang saat itu masyarakat merlung terkenal susah memberikan sebagian tanahnya. Dan dia juga memberikan andil besar dalam pembangunan Masjid Surya Khairudin termega nomor dua di Provinsi Jambi setelah Masjid Sarolangun. Gebrakan tokoh satu ini bukan itu saja, dia telah mendatangkan artis ibukota sebut saja Gita KDI, Nasarudin KDI, Maya KDI, dan Si Raja Dangdut Rhoma Irama serta pentolan demokrat bang Ruhut sitompul dan Komar untuk dinikmati menghibur masyarakat dengan gratis.


6. DATUK RESAT (1860 – 1940)
Terkenal sebagai Pendekar terkuat di tanah merlung, ulu batang hari (tebo) sampai sebagian tanah riau, namanya disegani oleh petarung- petarung ulung di rimba peraduan, dia punya dua orang teman yang juga pendekar kenamaan yaitu datuk kohar yang terkenal kebal, dan busu temat terkenal silat harimau. bagi petarung2 seluruh penjuru Pengaruh mereka di dalam dunia persilatan membuat nama merlung menjadi perhitungan di jambi. Dia memiliki ilmu ular, ilmu silat pangean dan berbagai macam aliran ilmu sehingga dia disegani sebagai petarung hebat.

7. Katamso, SA,SE.,M.E.
beliau anak dari mantan demong Merlung Safi'i Achmad. tokoh yang pernah jadi ajudan mantan gubernur jambi, Zulkifli Nurdin ini mendapat kepercayaan besar dari masyarakat tanjab barat untuk memimpin sebagai wakil bupati priode 2011 - 2016. semoga harapan orang merlung untuk membangun daerah akan tetap menjadi prioritas beliau melanjutkan pembangunan merlung ke tingkat lebih baik lagi

8. Ir. MUHAMMAD AMAN
Terakhir sebelum pensiun dia menjabat sebagai kepala dinas perkebunan provinsi jambi. Almarhum meninggal di jambi, dia merupakan anak dari seorang ulama, H. Majid bin H. Daud.


9. MULYANI SIREGAR, SH.
Sejarah kembali mencatat putra terbaik merlung menduduki jabatan strategis kab. Tanjab Barat. Dia sekarang ini sebagai ketua DPRD Kab. Tanjab barat priode 2010 – 2015. Merupakan adik kandung dari Bupati Safrial, isteri beliau adalah polsek di kota Jambi.


10. KHATIB BATU ( )
Tidak banyak orang merlung mempunyai karya abadi yang dapat ditengok anak cucunya, dialah ulama yang terkenal dengan alquran tulisan tangan yang sekarang tersimpan di arsip Masjid Jami’ Almujahiddin. Diperkirakan alquran itu berumur 115 tahun.



Tokoh-tokoh lain yang mungkin mendapat tempat selanjutnya
11 Drs. H. MORTADI AZIZ
Seorang ulama kontemporer menjadi terkenal di kota jambi, beliau pensiun depag provinsi jambi, merupakan anak ulama besar H. Abdul Azis. Sampai sekarang dia salah satu rujukan bagi masyarakat jambi mengenai agama
12. H. A. Rifai'
13. H. M. zein
14. Rajo Bujang
15. Barakim
16. Syamsu WP
17. Syafi’I Ahmad
18. Datuk Katung
19. Raden Usman
20. Hamid Ilyas
21. Demong Nato
Bagi yang ingin menambah dan komentar silakan berbagi di blog ini

Berikut tokoh yang lahir di Merlung atau yang masih punya keluarganya di Merlung yang masih di tunggu sumbangsihnya terhadap pembangunan MERLUNG
• Kamal Firdaus SH (adv terkenal di yogya)
• Arya Gunawan (kary UNESCO)
• Helmi Jalil (pengusaha kota Jambi)
• Armendalis atau Rajo
Baca Selengkapnya.... - 1O ORANG MERLUNG TERKEMUKA

Kamis, 30 September 2010

Merlung Menuju Kota Pusat Lintas

Peradadapan Merlung lambat laun akan terus mengalami perubahan, sekarang mari sama - sama lihat perubahan yang terjadi, kehidupan desa dulu terus berubah menjadi peradapan Kota, bahkan menurut surve Merlung merupakan kota terbesar ke-14 di Propinsi Jambi.
Merlung akan menjadi kota Pusat lintas, mungkin itu yang cocok disebut, hal ini dapat dicermati selain kekayaaan alam di kawasan Mertulu, letak Merlung yang amat strategi. Merlung dilewati jalur Lintas Timur yang menghubungkan propinsi - propinsi yang ada di Sumatera, dari Lampung menuju Sumsel- Jambi -Merlung - Riau- Sumut dan terakhir Aceh. Dari jalan simpang niam yang konon akan ditingkatkan trus pembangunannya oleh propinsi Jambi, jalan ini memperpendek jarak tempuh Jambi Barat menuju pantai timur Jambi bahkan jalan ini menghubunkan propinsi lain seperti Sumbar dan Kepri, dari Padang menuju Kerinci - Muaro Bungo - Tebo -Merlung - Kuala Tungkal (pelabuhan Roror)- Kepri (atau negara lain). Jalan propinsi SP 6 juga memperpendek jarak tempuh Merlung - kab. Bt Hari. Melihat posisi ini Merlung berada di Perempatan jalan lintas besar.
Di lihat posisi ini tidak menutup kemungkinan Perkembangan kawasan Mertulu makin pesat ditambah lagi Sumber Daya Alam yang melimpah, dari perkebunan, perusahaan Perkebunan berskala bersar, tambang, dan Migas yang konon dalam sumbangan PAD Tanjab Barat kawasan Mertulu merupakan yang terbesar, yakni 72% bagian Ulu Tanjab Barat (Mertulu) dan sisanya di bagian ilir Tanjab Barat.

Hal ini patut kita cermati sebagai pemuda/i Kawasan Mertulu, persiapkanlah diri kita untuk kedepan, jangan sampai kita Menjadi penonton di rumah sendiri, mari kita sama-sama meningkatkan Sumber Daya Manusia kita menyonsong peradapan kota besar. (yl)
Baca Selengkapnya.... - Merlung Menuju Kota Pusat Lintas

Selasa, 10 Agustus 2010

Menyambut Ramadhan

Tak jauh beda dengan daerah lain, selain mempersiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan, di Merlung juga beragam tradisi menyambut bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim ini. Sungguh terasa apabila bulan suci itu akan segera tiba. Masyarakat mempersiapkan segala sesuatu untuk kenyamanan beribadah di bulan Ramadan, seperti membenah Masjid, Langgar, Surau bahkan tempat-tempat umum seperti sungai tempat mandi dan nyuci di pasang lampu demi kenyaman.

Dentuman bedilan baik terbuat dari bambu ataupun kaleng bekas ikut menyemarak menyambut kedatanag Bulan Suci Ramadhan, tak terkecuali colok (obor) dan lilin dipasang di halam rumah, perlengkapan arak- arakan saurpun disiapkan.

Namun sayang tradisi itu di Merlung terus terkikis karena perkembangan zaman. Dunia modern seolah-olah memaksa kepergian tradisi itu. Seharusnya kita patut menjaga nilai-nilai tradisi tersebut.
Baca Selengkapnya.... - Menyambut Ramadhan

Jumat, 02 Juli 2010

MENGURANGI PENGANGGURAN DENGAN MEMBERIKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KETERAMPILAN

Aku mau pintar, aku mau terampil, aku mau bekerja. itu yang sering didengar dari saudara – saudara kita, namun apalah daya nasi telah menjadi bubur. Dulu tak terpikir untuk terus menuntut ilmu disekolah , universitas atau lembaga pendidikan dan keterampilan, atau ada kesulitan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dikarenakan lokasi pendidikan, biaya dan seterusnya.

Apa akibatnya sekarang, terciptalah pengangguran dimana – mana di daerah kita ini. Mau masuk kerja ditanya apa pendidikan mu, apa keterampilan mu dan ujung –ujungnya penolakan lamaran. Tapi ingat saudaraku, menuntut ilmu tidak ada batasnya, tuntutlah ilmu itu sampai keliang kubur.

Bagaimana caranya mengurangi pengangguran tersebut, salah satu cara yang mingkin bisa dilakukan untuk saudara –saudara kita yang terlanjur tidak melanjutkan pendidikan yaitu dengan memberikan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan gratis . Kawasan Merlung adalah kawasan yang baru mulai berkembang, masih banyak bidang – bidang usaha yang mungkin dapat mengurangi pengangguran.

Banyak macam pendidikan dan pelatihan yang dapat di berikan, seperti keterampilan menjahit, salon kecantikan, border, computer (banyak bentuk usaha yang dapat diciptakan) elektronik keterampilan seni (kerajinan tangan yang bisa jadi cendra mata dari daerah), keterampilan membudidayakan bidang pertanian atau hasil pertanian yang nantinya diusahakan dalam suatu kelompok, dan seterusnya.

Kenapa Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan yang dipilih? karena setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan keterampilan , selain bisa bekerja secara mandiri, juga bisa menularkan ilmunya kepada teman teman lain di desanya atau tempat asalnya, khususnya bagi yang belum memiliki pekerjaan serta bisa menciptakan lapangan kerja baru.

Nah, mungkin ini pertanyaan yang terpenting. Siapa yang memberikan pendidikan tersebut, siapa yang memberikan modal usaha setelah selesai mengikuti pelatihan tersebut? Harapan yang ditunggu yaitu kebijakan Pemerintah Daerah. Sebenarnya banyak yang bisa diharapakan, Kawasan Merlung boleh dikatakan dikelilingi oleh perusahaan – perusahaan besar namun sangat disayangkan kontribusi perusahaan – perusahaan tersebut boleh dikatakan tidak ada sama sekali untuk dapat berperan mengurangi angka pengangguran. salah satunya yang bisa dilakukan perusahaan tersebut yaitu membuang sedikit keuntungan untuk membiayai pendidikan dan peatihan keterampilan kepada penduduk setempat.

Mudah – mudahan apa yang kita harapkan terlaksana. Amin… (YL HR)
Baca Selengkapnya.... - MENGURANGI PENGANGGURAN DENGAN MEMBERIKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KETERAMPILAN

Senin, 06 Juli 2009

Bersantai disore Hari




Merlung comunity: Minimnya tempat wisata di kawasan merlung tidak membuat warga merlung hilang akal untuk bersantai - santai di sore hari. Simpang gor jalan baru contohnya, sekarang telah menjadi tempat bersantai- santai warga kawasan merlung di sore hari. Terutama pemuda - pemudi nya.
Apa yang dapat di nikmati tempat tersebut? Salah satunya yaitu melihat balapan di jalan tesebut selanjutnya panorama alam dimana simpang 3 di dataran tinggi tersebut amatlah indah disore hari, melihat matahari terbenam di upuk barat walaupun tak seindah di tempat lain.
Konon katanya tempat ini akan menjdi iconnya ibu kota kecamatan merlung ini.Mau jalan jalan sore jangan lupa mampir di jalan baru merlung. (ttdi)
Baca Selengkapnya.... - Bersantai disore Hari

Minggu, 27 Juli 2008

Tantangan Menghadapi budaya Era Modern


Tantangan Desa Merlung Menghadapi budaya Era Modern
Letak desa yang strategis dimana tepatnya dipersimpangan lintas timur membuat desa ini cepat berkembang ditambah lagi pendapat di daerah ini boleh dkatakan besar terutama pada sector perkebunan ( Sawit dan Karet ), tapi tidak hanya dampak positif yang timbul, dampak negative juga ikut timbul.
Apakah sanggup untuk tetap memertahankan budaya dan tradisi yang ada? patut kita pertanyakan. Dari merlung menuju kota jambi begitu dekat, desa merlung terletak di pinggir jalan lintas timur yang sudah tentu budaya modern begitu mudah masuk, desa Merlung yang merupakan ibu kota kecamatan pusat perekonomian yang tentu tidak hanya masyarakat sekitar yang datang ke desa Merlung ini, media elektronik seperti televisi, hp yang bukan lagi dianggap barang mewah. Kendaraan yang hilir mudik mempermudah keluar masuk desa ini. Dapat kita lihat adanya perubahan yang walaupun itu itu sikit tapi tampak. Lihat saja cara berpakaian remaja zaman sekarang yang kadang kala tak menghormat tradisi kita tradisi bagsa Indonesia pada umumnya, Tata krama yang mulai memudar. Tak hanya itu sudah mulai tampak seperti adat penikahan yang masyarakat lebih cenderung untuk tradisi ala modern.
Banggakah kita dengan budaya kita? Seharusnya jawabannya adalah ya, karena itulah indentitas kita. Budaya kita diajarkan nutuk bagaimana untuk bertata karma, bagaimana untuk tidak mengarah pada materialis. Bagaimana kita menghormati, menghargai orang lain, bukan untuk mengajarkan budaya pamer.
Ayolah pemuda, masyarakat desa merlung pada khususnya, Indonesia pada umumnya untuk dapat mencintai, menghargai budaya kita sendiri. Kita memang banyak tantangan di era modern ini untuk dapat mempertahankan buadaya asli kita. Tapi kita juga banyak cara untuk dapat mempertahankan budaya asli kita. Tak usah kita terapkan budaya pamer, materil tapi budayakanlah budaya sederhana. Kita boleh menerapkan budaya modern tapi kita harus bisa memfilternya.


Ternyata Kecamatan merlung Kaya Akan Budaya


Tak bisa dipungkiri kecamtan Merlung keadaam Merlung, separo desa yang ada di Merlung merupakan desa yang terbentuk dari transmgrasi yaitu seperti Lampisi,Tanjung Benanak, Bukit Harapan, Adi Purwa, Cinta Damai, Bukit Indah, Kemang Manis, Pinang Gading dan Intan Jaya. Dari semua desa tersebut hanya dibawah 5 % penduduk asli kecamatab Merlung, Penduduknya tidak hanya dating dari pulau Jawa yang nota bene pulau padat penduduk tapi juga ada yang dating seperti dari kerinci propinsi jambi sendiri, lampung, bengkulu, bahkan ada yang dari pulau bali. Pulau jawa saja sudah bermacam budaya apalagi ditambah daerah lain. Tampak jelas bukan hanya suku melayu yang ada di kecamatan Merlung yang merpakan suku asli kecamatan merlung. Walaupun masyarakat yang datangdari berbagai daerah untuk transmigrasi ataupun untuk bekerja tapi tidak melupakan budaya, adat, tradisi, kebiasaan mereka.


Perbedaan suku, ras budaya yang beragam tidaklah membuat daerah ini terpecah belah, perlu diketahui Kecamatan Merlung bisa berkembang karena adanya transmigrasi yang bermata pencaharian sebagai petani sawit dan ada sebagian dari kebun karet. Desa tranmigrasi yang mana telah datang atau terbentuk pada tahun 90 an telah membuat kecamatan merlung ini menjadi berkembang. Membuat kecamatan ini kaya akan budaya..
Baca Selengkapnya.... -

Komentar Masuk