Sabtu, 01 Oktober 2011
Pantun Part II
Kakek dan Cucunya yg Bodoh Part II
Kakek dan Cucunya yg Bodoh Part II
BY: Merlung Comunity
Dibawah Sinaran Rembulan Malam, duduk lah kakek dan cucunya d i pelantaran pondok sambilberbual.
''cung, macam mano kito esok mukat, kito bawak pukat banyak - banyak" ucap si kakek sambil mengunyah goreng ubi. "boleh jugo tuk, dimano rencano nyo tuk?" simbat cucu. "basenglah, pokok a kito cari jo tempat nan elok a" jawab kakek lagi. malam pun berlarut dan menjelang tengah malam tidurlah mereka di pondok yg dikelilingi kebun sayur mayur yg tampak tak beraturan.
keesok paginya, berangkatlah mereka mencari nan menyelusuri sungai untuk mencari lubuk yg cocok. maka bertemu lah sebuah lubuk, tampa panjang waktu, di bentang/pasanglah pukat tadi. sambil memasang pukat kakek memberitahukan pada cucunya " cung, kalgi pas mangkit pukat ambek nan banyak ngno yo" "yo lah tuk" jawab si cucu. selesai lah pukat dipasang, lalu bersitrahatlah mereka. maataharipun semakin condong menandakan hari menjelang sore, bersiaplah mereka untuk memangkitpukat. " cung kau bangkit di sano yo, biar datuk disko" perintah kakek, "yo tuk, amanlah tu" jawab cucu lagi. setelah beberapa lama selesailah mereka memangkit pukat.
naiklah mereka ke darat, "banyak cung dapat a, datuk ko dikit dapat a, cuma 2 ekok" ucap si kakek sambil memegang tempat ikan. " baammmm.. dikit nian tuk, ko sayo banyak dapat a" ucap sicucu sambil memperlihatkan hasil tangkapannya. alangkah kagetnya si kakek, dengan suara lantang kakek berkata " ooo cung, ngapo daun nan kau ambik, nan di ambik tu ikan, aduh cung... cung a" . dengan rasa takut si cucu menjawab " kan datuk nan nyuruh ngambik nan banyak ngeno, ko nan banyak ngno, nan laen sayo buang lah tuk.
Dengan senyuman bercampur kesal pulanglah mereka, hanya 2 ekor ikan kecil yg dapat di bawak pulang.===
Sebuah Legenda Dari Tanah Merlung Saung Bidai
By: Merlung Comunity
Dulu kala hidup sekelompok manusia di derah merlung, mereka hidup makmur dengan bertani.
Suatu ketika tiba lah masa panen, setelah panen sibuklah sebuah keluarga mengirik padi smpai senja. Keluarga itu mempunyai seorang putri yang anggun, karena ikut mengirik padi badan putri itu gatal2 dan mandi lah di sungai (pulau ringan s. Pengabuan) bersama teman2 nya, ketika sedang asiknya mandi tiba2 dari hulu dilihatnya sepasang sinar yang ternyata mata ular besar yang disebut bidai dan ular tersebut memakan putri tersebut, mengetahui putri kesayangannnya hilang dibawak bidai maka petani tersebut begegas turun kesungai, setelah mencari - cari tiba lah di mulut sebuah lubang yang ternyata sarang bidai tersebut, petani itu dibawak air masuk kedalam lubang tsbt, terus berjalan didalam lubang nan panjang tsbt.
Suatu ketika ada seseorang petani di tanah Rteh (Riau) lagi asyk menungal lubang bibit padi, tiba tiba tugal yang ditancap ketanah mendadak di tarik kedalam tanah, begitu kagetnya petani itu, dengan rasa keiginan tau petani itu menggali tanah tersebut ternyata menemukan seorang manusia di dalam lubang yang ia temukan, stelah diselamtakan dan ditanya pada orang tersebut baru ia tau kalu itu petani dari negeri Merlung yang masuk ke lubang tersebut untuk mmencari Putri Kesayangannya.Sampai sekarang lubang tersebut dikenal dengan nama "Saung Bidai" yang terletak tak jauh hilir jembatan Pengabuan Merlung jalan Lintas Timur.
Cerita dari Negeri Merlung : Beruk
Beruk
By: merlung Comunity
cerita dari Negeri Merlung:
Beruk, Burung Serunai, Barau.
Suatu ketika, bertemulah Bruk dengan serunai.
Singkat cerito pergilah mereka mengarugi sungai dengan menggunakan perahu lekar, karena perjalanan jauh timbulah rasa lapar burung serunai, maka dimakanlah perahu tadi yg notabene serunai tersebut suka memakan beras. Betapa kagetnya beruk, '' oy serunai knapo kau makan perahu ko, lgi karam perahu ko kemano kito lari'' teriak bruk. Sambil mematuk perahu lekar serunaipun menjawab '' kan aku biso terbang, jadi kalu karam aku terbang''. Begitu geramnya beruk, dan tiba2 perahupun benar2 karam, serunai pun terbang dan hilang di bawah kecerahan langit.
Kini tinggallah beruk seorang diri di dalam perau yg karam. Dilihatlah olehnya sebatang kayu menancap di tengah sungai, melompatlah ia. Kedinginan bercampur lapar sungguh menyiksa si beruk, tiba2 kaki beruk digigit ikan barau, beruk pun mencari akal, akhirnya diambilnya kayu dan dibilangnya pada barau '' oh barau, kau salah makan, ko makan, ko makanan nan enak'' digigitlah kayu tadi oleh barau, dan berukpun beraksi, baraupun masuk dalam cengkrampan tangannya.
Ketika senang nikmatnya makan barau tadi, tiba2 harimau yg kelaparanpun datang menghampiri beruk dari pinggir sungai ''bruk... Bri aku dikit'' teriak harimau, ''oooo... Mbo yo, kikis belang kau baru aku bri''. Harimaupun mengikis kulitnya yg berbelang. ''sudah bruk'' ucap harimau lagi. Dan dilemparlah tulang barau tadi, begi marahnya harimau '' awas kau bruk, kau aku tlan idup2'' ucap harimau sambil melompat turun dan merenang untuk menelan beruk, habislah beruk di telan harimau.
Tampa di...sadari, rupanya beruk yang ditelan harimau masih hidup dan kepalanya muncul di dubur harimau.Masuk kampung keluar kampung, beruk tadi terus berteriak '' oooo manusio, ko rimau lagi ngintai pungkau, nyo nak makan pungkau ko''. Kesalnya harimau, dihempas2kan bdannya ke pohon, tanah, batu untuk mengeluarkan beruk tadi. Berukpun tidak keluar2, akhirnya harimaupun mati dan berukpun terbebas..
Nasib baek nian kau bruk. Wkkkk
Kakek dan Cucunya yg Bodoh Part I
Kakek dan Cucunya yg Bodoh Part I
Suatu ketika, seorang cucu bertanya kepada kakeknya.Cucu: kek, urang mati tu macam mano?Kakek: urang mati tu mamunyo busuk.
Suatu saat pas kakek dan cucunya makan, kake tersebut kentut. Keluarlah bau busuk....''Nah kakek ku lah mati'' kata cucu, diangkat dan dikuburlah hidup2 olehnya.
Hiduplah sang cucu dengan sendirinya tampa si kakek, tampa di sengaja pas duduk2, kentutlah dia. ''nah aku sudah mati'' gumannya sambil kebingungan memikirkan siapa yg menguburkan dirinya. Akhirnya ia mengambil keputusan untuk terjun kesungai.Hanyutlah si cucu tadi, ketika ia hanyut dilihatnya rambutan dengan buah yg lebat, '' kalu aku masih idup, kupanjat tu rambutan'' ucapnya sambil terhanyut di bawak arus. Akhirnya tersangkutlah ia disebuah jamban.Saat itu berkebetulan seorang ulama mau ngambil wudhu, saat mengambil wudhu terdengarlah suara oleh ulama itu dari bawah lantai jamban. ''andai aku masih hidup, sholat tu aku''.Dilihatlah oleh ulama tadi dan diselamatkannya.
Inti dari cerita tsb: dari sekarang belajarlah, tuntutlah ilmu, jangan sampai kita tak tau dengan hal2 bersifat umum. Selanjutnya jika menyampai pesan atau menjawab pertanyaan, jawablah dengan lengkap. Hehehehheh
PANTUN BY MERLUNG COMUNITY
Siang hari maen di ulu..
Ulu pengabun apo eloknyo?
Hari iko hari minggu..
Apo kabar kanti galo?
Ulu pengabun ado air terjunnyo..
ilirnyo ado muaro sarayo..
iko hari kawan sibuk bacinto..
jangan lupo kawan kawan disiko..
------------------------------------------------------------------
Jalan jalan di Pasar senin Merlung.
Jangan lupa beli mainan.
daripada duduk merenung.
Ambil hp boleh kita comenan.
Maenan itu adalah caping.
Terbuat dari empurung kelapa.
Comenan fb buat hati riang.
Adat istiadat berbicara jgn terlupa.
----------------------------------------------------------------------
jerambah besi lantainyo retak....
ambil perahu buat nyebrang.....
kalu esok dak do lokak....
payolah kito ikut bagadang..
---------------------------------------------------------------------------
Mancing ikan di pulau sialang.
Pulau silang di ilir sarayo.
Iko hari sudah siang.
Makan dulu payo.
Sungai serayo bermuaro di pengabuan.
Banyak tapa masuk keulu.
Kalu kanti sibuk dengan kerjoan.
Sayo lapar makan dulu.
'''
Danau gatra itu dalam sawit.
Sawit ditanam diatas bukit.
Lauk pedas pake cabe rawit.
Abis makan perut buncit.
''
Belut di pancing umpan jeroan.
Dapat belut ditimbang dalam dacing.
Perut buncit tanda cacingan.
Jangan lupa minum obat cacing.
Baju baru pakai kancing.
Kancing dibuat bentuk runcing.
Kalu be*l keluar cacing.
Boleh juga buat umpan pancing.
''
Kancil dapt karena tertembak.
Sayat daging pake celurit.
Boleh kito ketawo ngakak.
Tapi jangan sampai urat perut bebelit.
---------------------------------------------------------------
Di simpang nangko ado balai.
Balai terbuat dari batang parah.
Sangko kami adik melamabai.
Ruponyo adik menunjuk arah.
Parah di tanam ditepi humu.
Banyak getah itu yg utamo.
Adik menacari arah untuk betemu.
Kalu boleh di temani mari bersamo.
Mudik hendak kelubuk kambing.
Hilir hendak ke plabuhan dagang.
Andai adik mau kami bimbing.
Percayakanlah tak usah bimbang.
Motonglah karet ambelah beku.
Tangkailah Pahat terbuat dari tembesu.
si adik diam bukanlah bisu.
Namun si adik ragu melihat ketampanamu.
Hehehhehhe
ado mangis ado buah raman.
ado rembutan ditepi hutan.
Ado kawan bermain pantun.
Eh ruponyo ado LEBOY ikutan
kain buruk untuk takuluk.
Kau elok masuk ke empan.
kalu semuo ngakulah buruk.
Berarti aku lah yg paling tampan.
kado diabwak untuk si meman.
Palut kertas merah warno cemerlang.
Kalu kando nak ikutan.
Kami semua tak ado yg larang.
tempoyak asam durian.
Gulai baung joduhnyo.
Koyak celano diselempangan.
Ngulai2 tu nampaknyo.
---------------------------------------------------------------
update 20 Maret 2011
ikan didapat mengunokan tangguk.
tangguk dibuat rajo gagak.
duduk bareng cubo nak tiduk.
pening palo dak do lokak.
tangguk terbuat dari buluh.
buluh nyo diambil dri sngah jitan.
pening palo nampak a sampai subuh.
nanggung nasib dak do yg ngobat an.
""
ad sakat d batang kelapo...
buah mentimun hmpir na' masak...
kwan na' tw ap obatny...???
cbo melamun smbl berak...
++++
Abg:
Talam terbuat dari perunggu.
Dalam nampan ada nasi sejuk.
Malam iko malam minggu.
Adik manis Mojok yuk...
Adik:
nasi sejuk buat nasi goreng.
Enaknyo dicampur ikan pilis goreng bawang.
Pas lagi mojok ditengok orang.
Tagawal kito cam mano jadinyo bang.
""
Abg:
ikan belido nangkap pancing.
Ikan kakap makan pampung.
Abg lah ado pliharo kambing.
Cukup lah untuk cuci kampung.
''"
Belido didapat dngan menangkap.
Tangkap setelah diembat dngan galah.
Bagi abang yo lah siap.
Tapi adek lagi nak sekolah.
+++++
Bukan sendok itu sudu.
Periuk ditarok di api unggun.
Malam iko malam minggu.
Suntuk nyo mintak ampun.
++++
Datuk papalik datuk mendaluh..
Mereka termasuk moyang orang ulu..
Ini malam menuju subuh..
Mari kita comenan dulu...
+++++
Cuaca mendung di Sungai Rotan.
Hujan gerimis di Dusun Mudo.
Buka tudung niat nak makan.
Ambil nasi lauk tak ado.
""
king b lengkig kijang d bukit
kuro-kuro dalam perahu
biar kering tai di burit
aku dak ingin dengan kau
""
kijang dapat keno jerat.
rupoa kijang batanduk cabang.
ditengok2 abang rupoa jahat.
dak galak jugo lah adik ko bang.
++++
Utusan melayu Pangeran Badik.
Kerajaan Lubuk Petai di Dusun Mudo.
Abang merayu untuk adik.
Niat ati tuk mengutarakan cinto.
Lubuk Petai kerajaan dulu.
Cakupannya se Merlung Tungkal Ulu.
Terimo idak dicubo dulu.
Cukup sudah kalu di tolak mulu.
++++
Hikayat kampung hilang dlm dimensi.
Letaknya berada di pengabuan ulu.
Rakyat Mertulu punya potensi.
Mari bersatu menuju Maju.
++++
________________________________
Kulub Penakut
Kulub Penakut
Cerita ini hanya Fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, tempat dan peristiwa itu hanya kebetulan saja. Tujuan Cerita ini hanya berusaha untuk dapat menjadi bahan candaan. Semoga cerita ini berkenan di hati rekan – rekan.
Jika Berkenan Alhamdulillah, jika tidak mohon maaf... hehehe
Pada suatu malam, batemu lah empat bakawan. bujang, wak mat , uteh alek, kulub letoy.
Bacakaplah urang ko barempat, macam macam lah nan dicakap a.
Kulub Letoy: nah ndan, nampak a lah mangkit galo ko, macam mano malam ko kalu kito baceki (sejenis judi)... waam dak mungkin pulo dak do duit kalu lah sudah mangkit ko, yo dak?
Bujang: yo jugo yo, suntuk nian nco... parak a tu biso nambah meli baju untuk isuk. Wekekeek.. sambil tatawo
Wak Mat: baseng lah, mano nan elok di pungkau...
Uteh Alek: lah... kalu lah iyo kato pungkau tu payo lah, cuman dimano ko maen?
Bujang: dekat iko jo dak, dkat padang pandan tu..?
Setujulah gegalo urang tu, sampai disitu maen lah... dngan penerangan lilin tu rupoa ngasek jugo lah urang ko maen, kadang tangakak ngakak tatawo.
Tibo tibo bujang ko babunyi : waammm ndan,, laen angin ko adak ? acam sangajo nian niup ka kito ko dak? Galak malarian kalah
Kulub Letoy: waaa kau ko, penakut a, jangan diamanan, kalu ado kito karungan. Jangan takut(padahal nyo ko nan paling panakut)
Uteh mat: babanar dikit lub, legi lah tatarungkup kau lari baru lah tu...
Kulub letoy: weee kau ko teh.. lantak lah situ teh..
Dak lamo lah nian, ngerugap..... sapi besar nian numbur ditengah tengah orang tu. Itu.... ngelepasan lari galo a, dak do lagi nak mikiran duit nan ado.. cuman kulub letoy nan dak lari, malahan dikejar a sapi tu, apo dak dikejar a, duitnyo nyangkut ditanduk sapi tu.
Kawan kawan ko lah lari ka pondok batiang tinggi dak jauh dari situ.. itu urang batigo ko di pondok tu, ngelegas galo katakutan. Akhirnyo plos jugo lah jantung urang tu, cuman resah, mano tu. Kulub letoy ko lum jugo muncul muncul.
Uteh alek: mano lah ko kulub tu? Nyo panakut rupoa dikejar a jugo binatang tu.
Wak mat: yo yo.. dak nyangko nian kau... kito tungguan jo siko dak?
Ditunggunan nyo lah kulub ko tadi..
Dak lamo,, ado bunyi tango tu,, lah cemas pulo urang batigo ko. Hua ha ha aha... kato kulub ko tadi. Teberah elok nian kawan di buat a,,
Uteh alek: dari mano kau ko? Cemas kami nungguan kau..
Kulub letoy: duit aku nyangkut ditanduk sapi tu, apo dak a aku kejaran. Maklumlah, lagi kalah teh...(tampa raso takut)
Cerito – cerito lah urang ko galo, lah ngakak ngakak pulo tatawo a...
Akhirnyo batanyo lah wak mat ko tadi.
Wak Mat : lub, jadi sapi tu lari kamano?
Kulub Letoy: oooooo aman lah tu..
Uteh alek: wamm salut aku dengan kau ko, kami ngelepasan lari, tapi kau malah kau kejaran. Parasoan kami selamo ko kau penakut niaan.
Kulub letoy: wamm teh, dengan sapi jo takut, kamaluan awak legi dibudak kecik.
Bujang: a.. a po lub? Sapi........? nan kau kejar tadi tu namoa jemelang tanah (setan bentul sapi besar mato merah)
Kulub letoy: aaaaaaapooo.... ja ja ja melang tanah? Jadi ka ka mano kito lari lagi ko? Nyo aku tambat bawah pondok ko. (langsung dak ingat)
Buajang, Wak Mat, Uteh Alek: haaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... ooooo lub.... kerjo kau.......