Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Hujan Deras, Ruas Jalan di Tungkal Tergenang

Hujan Deras, Ruas Jalan di Tungkal Tergenang
Sumber: Radar Tanjab
KUALATUNGKAL - Dua hari silam Sabtu (01/10) hujan turun di Kualatungkal dan sekitarnya hingga selama lebih kurang tiga jam tanpa henti. Akibatnya menyebabkan terjadi genangan di sebagian besar tempat di kota ini.

Pantuan Radar Tanjab di Jalan Sriwijaya badan jalan di lokasi ini sebagi tergenang luapan air hujan yang tidak tersalurkan melalui dranaise yang ada, sehingga mengenangi areal jalan di sekitarnya. Lokasi-lokasi lainnya di komplek perkantoran pun terlihat kondisi yang sama, luapan air hujan tidak terbendung menjadi pemandangan yang biasa di kota ini, karena setiap terjadi tingkat curah hujan yang tinggi, terutama pada musim hujan.

Warga nampak tidak dapat menghindari lokasi genangan air dengan tetap harus melewatinya, kendaraan bermotor yang melintasi jalan Sriwjaya berseleweran di tengah genangan/luapan air hujan tersebut, sehingga memercikan air berwarna keruh disekitarnya.

Instansi terkait yang coba dikonfirmasi soal ini belum memberikan keterangan, masalah kondisi drainase di Kualatungkal. (ifa)
Baca Selengkapnya.... - Hujan Deras, Ruas Jalan di Tungkal Tergenang

Rp 10,4 M APBD Tidak Terserap

Rp 10,4 M APBD Tidak Terserap

(JE) KUALATUNGKAL - Tidak matangnya perencanaan sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tanjab Barat membuat Rp 10,4 miliar dana APBD Tanjab Barat tahun 2011 tidak terserap. Dana yang tidak tersebut tersebut akan di revisi masuk pada APBD-P 2011 atau jika memungkinkan akan dimasukkan pada APBD Tanjab Barat 2012.

“Itu kendala dari tumpang tindih perencanaan proyek yang ada. Kita tidak mungkin melaksanakan proyek yang tumpang tindih. Lagi pula uangnya (Rp 10,4 miliar, red) tidak hilang,” kata Wakil Bupati Tanjab Barat Katamso.

Katamso mengarapkan agar permasalahan ini tidak terjadi lagi untuk masa mendatang. Dinas PU, lanjut Katamso, harus melakukan perencanaan yang matang terhadap proyek yang akan dilaksanakan. “Konsultan perencanaan juga harus professional, mau melakukan survey ke lapangan,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Bappemdal Kabupaten Tanjab Barat Firdaus Khattab, mengatakan setelah dilakukan evaluasi maka pekerjaan yang ada pada Dinas PU sebesar Rp 10,4 miliar tidak mungkin dilaksanakan. Jika pekerjaan tersebut tetap dilaksanakan, Firdaus mengatakan justru akan mempengaruhi target pencapaian pada akhir tahun nanti.

“Ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan. APBD-P nanti akan menjadi pedoman pencapaian target sesuai dengan keinginan kita,” kata Firdaus.

(ydn/imm)


Baca Selengkapnya.... - Rp 10,4 M APBD Tidak Terserap

Pekerjaan 31 Sumur Bor Habis Kontrak

Pekerjaan 31 Sumur Bor Habis Kontrak
Sumber: Radar Tanjab
Bukit : Kita Ajukan Perpanjangan Kontrak
KUALATUNGKAL - Pekerjaan proyek yang bersumber dari dana APBD tahun 2011 kembali menuai masalah. Hal ini setelah ratusan paket proyek di pos Dinas Pekerjaan Umum dibatalkan akibat perencanaan tak jelas.

Kali ini terjadi di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Tanjungjabung Barat, sebanyak 31 Paket sumur bor terpaksa perpanjangan kontrak, mengingat pekerjaan tersebut belum selesai 100 persen. Sementara 96 paket sumur bor lagi, belum dikerjakan karena masih proses pembuatan kontrak.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanjungjabung Barat, Julianus Bukit.
Dikatakan, sebenarnya, 31 paket sumur bor memang lebih dulu keluar kontraknya sejak 29 Juli lalu. Pembuatan kontrak kerja tersebut diakui Julianus pada masa Kadis lama ( Hendarmin-red). Namun dia berjanji tidak akan menandatangani pencairan 100 persen jika 31 paket tersebut bermasalah.

"Itu zaman Kadis yang lama. Memang mereka sudah mengajukan uang muka 30%, sekitar Rp 500 Juta. Tapi itu memang hak rekanan, tidak bisa kita halangi," ungkapnya.

Ditanya soal kemajuan fisik dari 31 pake sumur bor itu, Julianus tidak bisa menjelaskan. Katanya, konsultan dan PPK yang mengatui kemajuan fisik. Bukit juga tidak merincikan lokasi dari 31 paket tersebut.

Meski perpanjangan kontrak, rekanan akan dikenakan denda maksimal lima persen dari nominal kontrak atau satu permil per hari. " Kalau nanti bermasalah, saya tidak mau tandatangani pencairan 100 persen," tegasnya.

Ditambahkan Bukit, dia dan konsultan pengawas sudah berulang kali menyurati rekanan yang mengerjakan 31 paket sumur bor tersebut. Bahkan, dalam surat tersebut telah dilakukan teguran secara tertulis.

"Rekanan sudah mengajukan perpanjangan kontrak pada 26 September 2011 lalu. Dan hari ini ( kemarin,red) kontrak yang 31 paket tersebut sudah habis," paparnya.

Sementara itu, 96 pake bor ( total 127 paket) lagi, dipastikan akan selesai sebelum akhir anggaran 2011. Satu proyek akan diberlakukan masa kontrak selama 60 hari. Hanya saja, antara paket di wilayah Ilir dan Ulu ada perbedaan nominal, yaitu Rp 55 juta dan Rp 60 juta.

Apa alasan rekanan soal keterlambatan pekerjaan 31 paket sumur itu? Bukit mengatakan bahwa rekanan beralasan lambatnya pekerjaan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Akibatnya, proyek terbengkalai karena tidak menemukan sumber air. "Alasan mereka (rekanan-red) karena musim kemarau," tambahnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Tanjungjabung Barat, H Abdul Hamid Siman, mengaku kaget jika sebagian anggaran paket sumur bor sudah cair sebesar Rp 500 juta. Kata dia, ESDM jangan menerima pekerjaan itu, karena diduga bermasalah.

"Kok bisa cair duluan, sementara pekerjaan belum tahu kemajuan fisiknya. Saya justru belum dengar masalah itu, dan tidak disampaikan pada hearing kemarin," kata politisi dari PKB ini.

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Tanjab Barat ini menghimbau, kepada rekanan untuk mengerjakan sumur bor sesuai aturan. Jangan sampai dana dicairkan dulu, sementara pekerjaan belum terlaksana.

"Pengalaman sebelumnya, banyak temuan sumur bor proyek tahun sebelumnya, tidak bisa digunakan. Jangan sampai karena mengejar waktu, proyek bor tahun ini akan bermasalah dikemudian hari," tuturnya.

Hamid menambahkan, Dinas ESDM Tanjabbar segera melakukan perawatan terhadap sumur bor yang ada di tanjabbar. Termasuk mendata kembali, jumlah sumur bor yang sudah dibangun, jangan sampai tumpang tindih dengan proyek tahun ini.

Dari beberapa sumber yang berhasil Radar Tanjab himpun di lapangan di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah ( DPPKAD) Kabupaten Tanjab Barat, bahwa sekitar 31 paket proyek sumur bor sudah dicairkan sekitar Rp 500 juta. Sementara fisik pekerjaan belum mencapai 100 persen. "Memang sudah ada yang dicairkan," kata sumber ini yang enggan namanya ditulis. (rie)
Baca Selengkapnya.... - Pekerjaan 31 Sumur Bor Habis Kontrak

Kamis, 14 April 2011

Melihat Upaya Dukcapil Mengatasi Keluhan Warga


Petugas ‘Jemput Bola’ dalam Pembuatan KK dan Akte Kelahiran

Pembuatan KK dan Akta Kelahiran banyak jadi keluhan warga. Pasalnya masih banyak masyarakat awam tidak tahu prosesnya dan apa saja syaratnya. Ujung-ujungnya, mereka merasa mendapat kendala dalam proses pembuatannya. Bagaimana upaya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tanjabbar mengatasi masalah ini dan apa yang dilakukan ?

Dinas Dukcapil mendapat kepercayaan penuh dalam mendata jumlah penduduk dan membuat dokumen kependudukannya. Berkaitan dengan tugas itu, instansi ini terus melakukan pembenahan terhadap kinerjanya dalam melayani masyarakat. Khususnya dalam pembuatan KK dan akte kelahiran.

Berbagai usaha dilakukan, seperti pelayanan pembuatan dokumen KK dan Akte untuk daerah yang jarak tempuh jauh dari Kecamatan Tungkal Ilir, Dinas Dukcapil melakukan jemput bola ke daerah tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Dukcapil Tanjabbar, Heru Widodo, ketika ditemui di ruang kerja, Selasa (12/4). “Kita sudah membuat jadwal untuk pelayanan pembuatan dokumen bagi desa yang daerah dan jarak tempuhnya jauh dari Kecamatan Tungkal Ilir,” ungkapnya.

Saat ini, ujar Heru Widodo, Dukcapil sudah melakukan pelayanan langsung ke desa-desa yang jarak tempuhnya cukup jauh. Ada sekitar 15 jadwal kunjungan ke masing-masing desa untuk pembuatan dokumen KK dan Akte Kelahiran. “Ada 15 kunjungan untuk masing-masing desa yang terdapat di 13 kecamatan dalam kabupaten ini,” terangnya lagi.

Untuk daerah Desa senyerang dan sekitarnya, kita sudah menjadwalkan pada tanggal 5 April kemarin. Sedangkan untuk Desa Suban, Kecamatan Batang Asam pada tanggal 20 April. Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara pada 28 Aapril. Desa Tanjung Benanak, Kecamatan Merlung pada tangal 11 Mei. Desa Sungai Gebar, Kecamatan Kuala Betara pada 25 Mei. Desa Kelagian, Kecamatan Tebing Tinggi pada 8 Juni. Desa Kuala Baru, Kecamatan Sebrang Kota pada 22 Juni. Sedangkan untuk Desa Badang, Kecamatan Tungkal Ulu pada 6 Juli.

Untuk Desa Intan Jaya, kecamatan Muara Papalik pada 20 Juli. Desa Lampisi, Kecamatan Renah Mandaluh pada 14 September. Desa Brasau, Kecamatan Tungkal Ulu pada 28 September. Desa Sungai Dualap, Kuala Betara pada 5 Oktober. Desa Pinang Gading, Kecamatan Merlung pada tanggal 26 Oktober, Desa Rantau Badak, Kecamatan Muara Papalik pada 9 November dan Desa Mekar Jaya Kecamatan Betara pada tanggal 12 Desember.

”Pelayanan seperti akan kita lakukan terus menerus agar masyarakat di daerah yang jarak tempuhnya cukup jauh tersebut bisa lebih mudah dan nyaman sewaktu membuat KK dan Akte Kelahiran,” ungkapnya.

Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan KK dari RT hingga ke Dinas Dukcapil Tanjabbar harus memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2008 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

Untuk pengajuan permohonan KK baru, pemohon harus mengisi formulir F-1.15, izin tinggal jika pemohon adalah warga Negara asing, foto copy atau menunjukan kutipan akte perkawinan, surat keterang pindah dalam wilayah Negara kesatuan rupublik Indonesia atau surat keterangan kedatangan dari luar negeri yang diterbikan oleh intansi pelaksana bagi warga Negara yang datang dari luar negeri karena pindah. Perubahan KK karena penambahan anggota keluarga dalam KK tersebut bagi yang mengalami kelahiran wajib mengisi formulir F-1.16 dan menyerahkan KK yang lama serta melampirkan foto copy akte kelahiran. Jika pemohon ingin mengajukan pembuatan KK yang baru karena penambahan anggota keluarga harus mengisi formulir F-1.16, menyerahkan KK yang lama serta melampirkan foto copy kutipan akte kelahiran.

Pemohon diperbolehkan jika mengajukan perubahan KK karena penambahan anggota keluarga untuk menumpang dengan cara mengisi formulir F.1.16. Menyerahkan KK yang akan ditumpangkan, serta melampirkan surat keterangan pindah datang bagi penduduk yang pindah dalam wilayah republik Indonesia.

Perubahan KK karena penambahan anggota keluarga bagi warga Negara asing yang memiliki izin tinggal tetap untuk menumpang ke dalam KK Warga Negara Indonesia harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : KK lama atau KK yang akan ditumpang, paspor, izin tinggal tetap dan surat keterangan catatan sipil bagi orang asing tinggal tetap.

Jika semua persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pemohon, KTP,KK dan akte kelahiran yang diajukan baru bisa diproses.

Perubahan KK bisa terjadi bukan hanya karena penambahan anggota keluarga. Perubahan pada KK bisa saja terjadi jika terjadi pengurangan anggota keluarga karena anggota keluarga sersebut meninggal dunia. Untuk perubahan kk karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia, pemohon diwajibkan memenuhi persyaratan dengan membawa KK yang lama, surat kematian.

Jika KK tersebut hilang, pemohon bisa mengajukan kembali untuk pembuatan KK yang baru dengan membawa surat keterang hilang dari kepala desa atau lurah. Bila KK tersebut rusak harus dilampirkan pada berkas permohonan untuk pengajuan pembuatan KK sewaktu hendak mengajukan kembali KK yang rusak. (*)


Baca Selengkapnya.... - Melihat Upaya Dukcapil Mengatasi Keluhan Warga

Listrik Merlung-Tungkal Ulu Akan Hidup 24 Jam


KUALATUNGKAL - PLN Sub Ranting Pelabuhan Dagang dalam waktu dekat ini akan beroperasi selama 24 jam. Ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat Merlun dan Tungkal Ulu, karena sebelumnya hanya hidup 12 jam di malam hari.

Hal ini dikatakan Manager Ranting PLN Kualatungkal, M Sofyan. Dijelaskannya, saat ini pihaknya akan kembali menambah stok mesin yang ada di PLTD Pelabuhan Dagang, sehingga target akan terpenuhi. “ Kita masih berusaha akan datangkan mesin kembali, sehingga pelayanan akan lebih baik,” jelas Sofyan.

Ditambahkannya, untuk pengoperasian 24 jam di wilayah Merlung - Tungkal Ulu, pihaknya akan menambah sebanyak 3 mesin. Hanya saja, lanjut Sofyan, mesin tersebut masih akan dicari. “K masih usahakan untuk penambahan mesin ini,” paparnya.

Disinggung mengenai kapan rencana pengoperasian 24 jam tersebut akan dilaksanakan, Sofyan mengaku jika hal itu tergantung pihak PLN Cabang Jambi. Menurut Sofyan, yang mempunyai kewenangan akan hal ini adalah PLN Cabang Jambi.

“Itu tergantung cabang (Jambi, red), kita belum tahu pastinya. Yang jelas rencana hidup 24 jam itu sudah ada,” pungkasnya.

Baca Selengkapnya.... - Listrik Merlung-Tungkal Ulu Akan Hidup 24 Jam

Selasa, 25 Januari 2011

Dewan Dipinta Percepat Bahas Pemekaran Desa


Radar Tanjab 25/01/2011 : MUARA PAPALIK - Lambannya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pemekaran desa/kelurahan, membuat sejumlah pihak meminta dewan agar mempercepat ranperda pemekaran desa tersebut. Hal ini dikarenakan rencana pemekaran tersebut sudah sangat dinantikan masyarakat.

Menurut Tokoh Masyarakat Muara Papalik, Zaini STP, seharusnya dewan segera mempercepat pembahasan ranperda pemekaran desa tersebut, karena memang pemekaran desa di Kabupaten Tanjungjabung Barat saat ini sangat dinantikan masyarakat. "Kami sangat berharap dewan dapat mempercepat pembahasan ranperda pemekaran desa yang telah diajukan eksekutif,"katanya kepada Radar Tanjab kemarin.

Hal ini dikatakannya, karena memang dalam beberapa rapat paripurna pembahasan ranperda pemekaran desa ini selalu ditunda, bahkan ranperda ini wacananya bakal dibahas setelah pembahasan RAPBD 2011. "Jika demikian akan dibahas setelah RAPBD tahun 2011, maka hal ini akan kasihan masyarakat yang menantikan terlalu lama,"ungkapnya.

Dicontohkannya, seperti halnya Desa Rantau Badak yang saat ini telah berubah statusnya menjadi Kelurahan. Apabila pemekaran desa ini tidak segera dibahas dan diwujudkan, maka beberapa asset dan TKD di eks desa Rantau Badak ini akan terbengkalai. Sebab beberapa asset desa akan diserahkan ke desa pemekaran.

Oleh karena itu, ia berharap kepada anggota dewan khususnya pansus pemekaran desa agar segera membahas ranperda tersebut, sehingga masyarakat tidak menantikan begitu lama.

Sementara itu, Ketua Badan Legislasi DPRD Tanjungjabung Barat, Hery Juanda kepada Radar Tanjab mengaku, mengenai ranperda pemekaran desa/kelurahan ini pihaknya tetap akan membahas dan pihaknya saat ini sudah membentuk pansus pemekaran desa." Kita tetap akan membahas dalam wwaktu dekat ini,"katanya.

Dikatakan, pansus tersebut akan bekerja mulai tanggal 30 Januari hingga tanggal 16 Februari mendatang. Sehingga, tidak benar jika pembahasan ranperda pemekaran ini akan di bahas usai pembahasan APBD tahun 2011." Itu tidak benar, kita akan bahas bersama-sama dengan RAPBD tahun 2011,"ujarnya. (rie)
Baca Selengkapnya.... - Dewan Dipinta Percepat Bahas Pemekaran Desa

Jalan Merlung-Simpang Niam Dianggarkan di APBD 2011


Radar Tanjab 10/01/2011 : MERLUNG - Rusaknya jalan lintas provinsi Jambi yang menghubungkan Desa Sungai Rotan hingga Simpang Niam, saat ini kembali parah. Sebab jalan yang kembali diperbaiki beberapa bulan silam, ternyata hanya tambal sulam dan hanya sebagian di aspal.

Pantauan Radar Tanjab di lapangan, rusaknya jalan lintas provinsi dari Merlung-Simpang Niam atau jalan lintas Sungai Rotan menuju Lubuk Kambing tersebut saat ini sangat sulit dilewati kendaraan roda empat. Kendaraan roda duapun nyaris tidak dapat melewati jalan ini ketika hujan mengguyur.

Hal ini akibat jalan yang diperbaiki dengan tambal sulam mulai Kelurahan Merlung hingga Desa Sungai Rotan dan Desa Sungai Rotan hingga Simpang Niam yang di aspal sebagian saat ini kembali rusak parah.

Rusaknya jalan ini mendapat tanggapan anggota DPRD Propinsi Jambi, L Silaban SH kepada Radar Tanjab. Menurutnya, pihaknya saat ini telah memperjuangkan rusaknya jalan lintas provinsi Merlung-Simpang Niam. Hal ini memang jalan tersebut merupakan akses transportasi untuk mengangkut hasil perekonomian masyarakat. "Ya, saat ini sudah kita perjuangkan untuk masuk anggaran APBD Provinsi Jambi, ''ungkap politisi PDIP ini.

Dikatakan, kerusakan jalan tersebut telah dianggarkan perbaikannya pada APBD Provinsi Jambi tahun 2011 mendatang. Sehingga diharapkan hal ini akan menjawab keluhan masyarakat Renah Mendaluh dan sekitarnya. "Tahun 2011 sudah di anggarkan, ''kata mantan anggota DPRD Tanjungjabung Barat ini.

Sebab, lanjutnya apabila jalan ini dibiarkan, kondisi ini tentunya menyebabkan roda perekonomian di Desa Lubuk Kambing ibukota Kecamatan Renah Mendaluh semakin tidak lancar alias mandek, akibat beberapa kendaraan roda empat ke atas lumpuh total tidak dapat lewat. "Jalan ini kan satu-satunya ke Desa Lubuk Kambing, jadi dengan demikian lumpuhlah perekonomian masyarakat, itulah yang jadi dasar kita memperjuangkan jalan ini,"tukasnya. (rie)
Baca Selengkapnya.... - Jalan Merlung-Simpang Niam Dianggarkan di APBD 2011

Jalan Lintas Timur di Jambi Dilebarkan Jadi Tujuh Meter


Media Indonesia 04/01/2011 : JAMBI--MICOM: Jalur lintas timur dari Desa Merlung hingga Batasiau di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi pada 2011 diperlebar dari 6 meter menjadi 7 meter.

Kasatker Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Provisi Jambi, Erwin Pakpahan di Jambi, Selasa (4/1) mengatakan, jalan sepanjang 53 kilometer itu akan ditingkatkan dari 6 hingga 7 meter guna memperlancar arus angkutan barang dan penumpang yang menempuh jalur tersebut.

"Peningkatan jalan yang akan menyerap dana Rp20 miliar lebih itu bersumber dari APBN, dan segera dilaksanakan," katanya.

Ia menyebutkan ruas jalur lintas timur (Jalintim) dalam wilayah Provinsi Jambi kondisinya cukup baik, karena tiap tahun selau dipelihara dan ditingkatkan.

Jalintim merupakan jalur ekonomi yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Provinsi Riau, dan cukup padat dilewati kendaraan angkutan barang dan penumpang.

Kondisi Jalintim itu selalu dijaga dan ditingkatkan, supaya kelancaran angkutan barang dan penumpang dapat lancar, karena juga merupakan jalur alternatif lewat darat menghubungkan sejumlah provinsi di Sumatra.

Dalam keterangan terpisah Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Benhard Panjaitan mengatakan, pihaknya tiap tahun juga terus meningkatkan sarana pengaman jalan dan rambu-rambu lalu lintas.

Diakui rambu-rambu lalu lintas di jalintim masih minim,l termasuk sarana pengaman jalan, seperti pagar dan tiang pengaman di sisi jalan.

Ruas Jalintim Merling batas Riau banyak tikungan tajam rawan kecelakaan yang membutuhkan rambu-rambu lalu lintas dan sarana pengaman jalan.

"Bekerjasama dengan instansi terkait seperti direktorat lalu lintas dan Jasa Raharja, pengadaan rambu-rambu lalu lintas dan sarana pengaman jalan juga akan terus ditingkatkan," kata Benhard Panjaitan. (Ant/OL-11)
Baca Selengkapnya.... - Jalan Lintas Timur di Jambi Dilebarkan Jadi Tujuh Meter

Bank Jambi Berencana Buka Cabang Pembantu di Merlung


Radar Tanjab 25/01/2011 KUALATUNGKAL - Dalam rangka meningkatkan pelayanan Bank Jambi ke masyarakat dan pembangunan di Provinsi Jambi, Bank Jambi Cabang Kualatungkal berencana akan membuat Bank Cabang Pembantu di Kecamatan Merlung pada tahun 2011.

''Mengapa kita memilih untuk membangun Bank Cabang Pembantu di Kecamatan Merlung ?, karena kita menilai daerah tersebut sangat potensial sekali untuk dibangun Kantor Cabang Pembantu. Kedepannya kita akan membangun Kantor Cabang Pembantu di kecamatan yang memiliki potensi di seluruh Kabupaten Tanjungjabung Barat, ''ungkap Direktur Umum Bank Jambi, M Taufik Yasak ketika ditemui Radar Tanjab usai acara penarikan undian Grand Prize periode 2 di halaman Kantor Bank Jambi Cabang Kualatungkal, Senin (24/01).

Selain di Kecamatan Merlung, disebutkan Taufi Yasak, kedepannya juga akan membangun satu lagi Kantor Kas yang rencananya akan dibangun di Kecamatan Betara tepatnya di Desa Pematang Lumut. "Memang dalam tahun 2011 ini, kita akan membangun kantor kas untuk melayani masyarakat yang ada di Kecamatan Betara khsusnya di Desa Pematang Lumut, "jelasnya.

Dikatakan, Bank Jambi memang masih memiliki kekurangan yang harus diperbaiki untuk bisa dicapai agar menjadi lebih baik kedepannya. "Kita masih akan terus berbenah diri, terkait masalah pelayanan kepada nasabah. Karena pelayanan yang optimal kepada nasabah adalah tujuan dari kami Bank Jambi, ''katanya lagi.

Lebih lanjut ditambahkan, program tahun 2011 ini selain penambahan Kantor Cabang Pembantu di Kecamatan Merlung dan Kantor Kas Bank Jambi di Kecamatan Betara. ''Kita masih memilik target yang harus kita capai pada tahun 2011 ini. Selain penambahan kantor untuk pelayanan masyarakat dalam dunia perbankan, kita juga memiliki target yang harus dicapai tahun 2011 ini. Tahun ini kita memiliki target sebesar Rp 20 Miliar pada tahun 2011. Karena target Bank Jambi Cabang Kualatungkal pada tahun 2010 lalu, yang semula hanya Rp 5 Miliar dan kenyataannya, Bank Jambi Cabang Kualatungkal berhasil melewati target yang sudah ditargetkan untuk Bank Jambi cabang Kualatungkal, "lanjutnya.(waf))
Baca Selengkapnya.... - Bank Jambi Berencana Buka Cabang Pembantu di Merlung

Parsenibudpora Diminta Garap Wisata Alam di Mertulu


Radar Tanjab 12/01/2011 : BATANG ASAM - Wilayah Kecamatan Merlung - Tungkal Ulu sebenarnya kaya akan obyek wisata alam seperti air terjun, namun hingga saat ini sejumlah obyek wisata tersebut belum tersentuh sedikitpun oleh pemerintah stempat. Bahkan beberapa air terjun seperti di gemuruh hingga saat malah rusak akibat banyaknya penggundulan hutan.

Padahal apabila digarap secara maksimal obyek wisat tersebut bukan mustahil kalau tidak mendatangkan pendapatan bagi daerah termasuk menambah income bagi masyarakat setempat. Belum digarapnya potensi alam di Merlung-Tungkal Ulu ini mendapat sorotan tanjam dari sejumlah anggota DPRD dan kalangan pemuda di Tanjungjabung Barat.

Sejumlah tokoh pemuda di Merlung-Tungkal Ulu berharap agar Kepala Dinas Parsenibudpora memperthatikan dan menggarap potensi wisata alam yang ada di wilayah Merlung-Tungkal Ulu saat ini. Sebab selama ini potensi alam tersebut luput dari perhatian pemerintah kabupaten.

"Kadis Parsenibupora tolong garap potensi alam yang ada di Mertulu saat ini. Jangan hanya duduk di belakang meja, coba turun lihat potensi wisata alam tersebut, "tegas Abdurahman, Tokoh Pemuda Muara Papalik kepada Radar Tanjab kemarin.

Menurutnya, saat ini Dinas Parsenibudpora hanya menggarap yang sudah ada dan membangun Taman Ancol Beach yang akan dipindahkan di Pangkal Babu. Tetapi obyek wisata alam yang sudah ada cenderung dibiarkan. "Makanya turun, biar tahu mana saja tempatnya,"pintanya. Dikatakan, apabila memang tempat wisata alam tersebut dapat digarap dengan maksimal dengan mengundang investor swasta. Dirinya yakin hal tersebut akan mendatangkan PAD bagi daerah, begitu juga dengan para warga yang berada di dekat tempat wisata tersebut akan mendapatkan pemasukan. "Tanpa dana sebenarnya menggarapnya, cuma perlu investor saja,"ungkapnya.

Sebenarnya, lanjutnya wilayah Tungkal Ulu-Merlung saat ini kaya potensi wisata seperti air terjun. Namun sayangnya beberapa obyek wisata ini belum tersentuh sedikitpun. Apabila obyek wisata tersebut dikelola dengan baik tentunya akan menambah pendapatan tersendiri bagi daerah, apalagi tempatnya sangat strategis berada di jalan lintas timur Sumatra (jalintim). "Hal ini apabila digarap dengan baik, tentunya akan mengundang banyak wisatawan,"ujarnya.


Data Radar Tanjab Beberapa wisata alam yang ada di Merlung-Tungkal Ulu

Nomor Nama Wisata Lokasi
01 Wisata Alam Air Terjun Bukit Pinang Bawah Desa Tanjung Bojo Tungkal Ulu sekitar 5 km dari
Jalan Lintas Timur Jambi-Pekanbaru.
02 Air Terjun Telang Pelabuhan Dagang
03 Obyek Wisata Arung Jeram Desa Suban
Baca Selengkapnya.... - Parsenibudpora Diminta Garap Wisata Alam di Mertulu

Disnak Bakal Bangun Pasar Hewan di Mertulu


Radar Tanjab 12/01/2011 : KUALATUNGKAL - Dinas Peternakan Kabupaten Tanjungjabung Barat direncanakan bakal membangun Pasar Hewan di wilayah Merlung - Tungkal Ulu (Mertulu-red). Lokasi pembangunan pasar hewan tersebut tepatnya dibangun diperbatasan antara dua kecamatan, yakni Kecamatan Merlung dan Kecamatan Tungkal Ulu.

Pembangunan pasar hewan tersebut akan dilakukan di antara dua kecamatan yakni Merlung dan Tungkal Ulu yang merupakan di Jalan Lintas Timur Sumatra. "Daerah tersebut lintasan kendaraan antar provinsi, dengan begitu kita punya keyakinan pasar hewan yang kita bangun ini akan bisa menunjang perekonomian untuk Kabupaten Tanjungjabung Barat kedepannya, "kata Kepala Dinas Peternakan Tanjungjabung Barat Hj Rahimah melalui Sekretaris Disnak, Riskan Irawan saat dikonfirmasi Radar Tanjab di ruang kerjanya, Senin (10/1).

Dikatakan, tujuan dibangunnya pasar hewan tersebut dibangun di Mertulu, sebab pihaknya yakin jika ada pasar hewan di jalintim, maka pelaku pasar (investor-red) dibidang peternakan akan melirik daerah tersebut untuk menanamkan modalnya dibidang peternakan dan penjualan hewan ternak yang ada di Kabupaten Tanjungjabung Barat maupun sekitarnya.

"Daerah tersebut berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, selain itu jalan lintas antar provinsi berada didaerah dua kecamatan tersebut, dengan begitu, pelaku pasar yang berkeinginan mengembangkan usaha dibidang peternakan akan mudah untuk memasarkan hewan ternak miliknya,"katanya lagi.

Dengan dibangunnya pasar hewan tersebut, ia berharap hewan ternak yang dipasarkan melalui pasar tersebut bisa menembus pasar ternak yang berada di provinsi yang berbatasan langsung dengan dua kecamatan tersebut. "Tidak tertutup kemungkinan, jika hewan ternak yang dipasarkan di pasar hewan tersebut bisa masuk ke pasaran penjualan hewan ternak di luar provinsi jambi,"bebernya. (waf)
Baca Selengkapnya.... - Disnak Bakal Bangun Pasar Hewan di Mertulu

Minggu, 02 Januari 2011

Warga Minta Segera Rantau Badak Dijadikan Kelurahan

Camat : Saat Ini Kita Tinggal Tunggu SK
Radar Tanjab:MUARA PAPALIK - Sejumlah warga Rantau Badak mendesak agar Desa Rantau Badak dapat dijadikan Kelurahan sesuai Perda nomor 80 tahun 2008, tentang penetapan sejumlah ibukota kecamatan menjadi kelurahan. Hal ini disebabkan akan berakhirnya masa jabatan Pjs Kepala Desa Rantau Badak, Daniel Mandagi tanggal 14 Januari 2011 mendatang.

Hal ini setelah sebelumnya pelaksanaan penetapan Desa Rantau Badak ini tertunda akibat pertimbangan jabatan Pjs Kepala Desa Rantau Badak yang saat itu baru menjabat beberapa bulan. Sehingga mengakibatkan
ditundanya penetapan kelurahan bagi ibukota Kecamatan Muara Papalik ini.

Camat Muara Papalik, Riduwan kepada Radar Tanjab mengaku sejumlah warga meminta agar Desa Rantau Badak ini segera dijadikan kelurahan sesuai amanat perda no. 80 tahun 2008. �Ya, warga mendesak agar desa ini segera dijadikan kelurahan, "ucapnya.

Dikatakan, saat ini jabatan Kepala Desa Rantau Badak Daniel Mandagi sudah hampir berakhir 14 Januari mendatang, namun demikian pihak warga meminta agar desa ini setelah berakhirnya masa jabatan kades tersebut dapat segera ditetapkan sebagai Kelurahan. "Jadi tidak kita perpanjang, karena keinginan warga demikian, "katanya lagi.

Ketika disinggung proses pengajuan pelaksanaan kelurahan tersebut ? Riduwan mengaku, saat ini pihaknya sudah mengusulkan kesiapan desa tersebut untuk menjadi kelurahan, bahkan sudah mendapat persetujuan
dan rekomendasi dari Bupati Tanjungjabung Barat." Iya sudah kita usulkan, rekomendasi bupati juga sudah turun tinggal tunggu dari Bagian Pemerintahan Desa dan BKD untuk waktunya kapan,"tukasnya.rie)
Sumber: Radar Tanjab 02/01/2011
Baca Selengkapnya.... - Warga Minta Segera Rantau Badak Dijadikan Kelurahan

Camat : Desa Kelagian Tidak Dapat Dimerger

Radar Tanjab : TEBING TINGGI - Terkait belum dilaksanakannya pilkades di Desa Kelagian sejak dua tahun lalu dimekarkan hingga saat ini. Akibat sebelumnya terjadi polemik pelaksanaan pilkades hingga berujung ditundanya pilkades hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini mendapat tanggapan beragam dari pihak yang berkompeten.

Seperti sebelumnya Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Tanjungjabung Barat, M Yunus mengaku, dalam waktu dua tahun belum ada kades defenitif, maka desa tersebut terancam untuk di merger dengan desa induk yakni Kelurahan Tebing Tinggi.

Namun hal ini dibantah Camat Tebing Tinggi, Pondi Sayuti saat dikonfirmasi Radar Tanjab kemarin. Menurutnya, jika memang jabatan pejabat sementara Kepala Desa Kelagian sudah habis dan belum melaksanakan pilkades, maka camat akan mengambil alih desa tersebut untuk dilaksanakan pilkades. "Jadi nggak di merger, kalau jabatan kades sudah selasai dan belum ada pilkades, maka camat yang mengambil alih desa tersebut, ''ungkapnya.

Dikatakan, namun demikian pihaknya telah meminta kepada kepala desa untuk segera menggelar pilkades ini secepatnya. " Ya kita sudah pinta kades bentuk panitia pilkades, agar secepetnya pilkades dapat digelar,"ujarnya. (rie)
Sumber:Radar Tanjab. 02/01/2011
Baca Selengkapnya.... - Camat : Desa Kelagian Tidak Dapat Dimerger

SD 68 Kelas Jauh Dusun Mudo Tanpa Komite


Radar Tanjab : MUARA PAPALIK - Sejak 6 bulan lalu, Sekolah Dasar 68 kelas jauh Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik tanpa komite sekolah. Hal ini tentunya akan menghambat pembangunan sekolah tersebut yang saat ini masih dalam kekurangan fasilitas belajar, seperti halnya ruangan belajar atau lokal.

Oleh karena itu, sejumlah wali murid mengharapkan kepala sekolah segera membentuk komite sekolah. Yang nantinya dapat mengumpulkan dana dari sejumlah wali murid, sehingga para wali murid juga tidak merasa curiga adanya pungutan dari sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dusun II, Desa Dusun Mudo Hairan yang juga Pembina SD 68 Kelas jauh KM 91 Desa Dusun Mudo ini kepada Radar Tanjab. Dikatakan, selama 6 bulan ini SD 68 kelas jauh KM 91 memang tidak lagi memiliki komite sekolah. Sehingga adanya pungutan dari sekolah seperti pembelian seragam yang dipungut kepala sekolah menimbulkan kecurigaan dari para wali murid. "Kami pinta kepala sekolah dapat segera membentuk komite sekolah, sehingga pungutan yang berguna bagi sekolah tidak menimbulkan kecurigaan, "ungkapnya.

Apalagi saat ini, lanjutnya SD 68 kelas jauh ini masih butuh banyak pembangunan dan banyak kekurangan fasilitas belajar. Maka dari itu, katanya sangat dibutuhkan keberadaan pihak komite sekolah untuk
mengakomodir para wali murid dan donator untuk membangun SD ini. Diungkapkan, kepala sekolah pernah mengadakan pungutan, namun karena memang tidak ada komite sehingga pihak wali murid merasa curiga.
"Kita pinta kepada kepala sekolah agar dapat segera bentuk Komite, untuk pembangunan SD ini,"paparnya.

Bahkan ia juga meminta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Muara Papalik untuk mengingatkan kepala sekolah SD 68 Kelas Jauh Km 91 ini untuk segera membentuk komite sekolah, yang saat ini sangat dibutuhkan pihak sekolah demi lancarnya pembangunan di sekolah tersebut. (rie).


Sumber: Radar Tanjab 02/01/2011
Baca Selengkapnya.... - SD 68 Kelas Jauh Dusun Mudo Tanpa Komite

Senin, 09 Agustus 2010

Pemkab Tanjab Barat Bangun PLTG Tebing Tinggi

Gagalnya pembangunan PLTU Lubuk Kambing dengan daya 2 x 15 Megawat dikarenakan masalah izin yang mengharuskan adanya interkoneksi kedaerah lain ternyata tidak membuat putus asa Pemerintah Tanjab Barat, sebagai gantinya Pemerintah akan membangun PLTU di Kelurahan Merlung dengan daya 2,5 Megawatt dengan investor yang sama dengan Investor yang sebelumnya akan membangun PLTU Lubuk kambing yaitu PT. BUKK. Pembangunan PLTU Merlung diperkitakan bisa menyuplai Listrik wilayah Mertulu jauh lebih kecil dari Rencana PLTU Lubuk Kambing yang seharusnya cukup menyuplai listrik seluruh wilayah Tanjab Barat.

Selain pembangunan PLTU Merlung, Senin (9/8) Pemerintah Tanjab Barat bekerja sama dengan PT. PDPDE GAS telah meletakan batu pertama untuk pembangunan PLTG Tebing Tinggi, PLTG ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan Listrik di Tanjab Barat bersama PLTG Pematang Lumut, peletakan batu pertama dilakukan Bupati Tanjab Barat DR.Ir.Safrial,MS berasma Pimpinan PT. PDPDE GAS.

Dikatakan oleh pimpinan PT.PDPDE GAS, melihat sumber daya alam di teruma gas di Tanjab Barat sudah sepantasnya Tanjab Barat menjadi kota energi. Hal ini senada dengan Safrial yang mengatakan bahwaTanjab Barat merupakan sentra gas, penghasil gas terbesar di Propinsi Jambi, jadi sudah sepantasnya Tanjab Barat menjadi Kota Energi. Namun sangat disayangkan gas tersebut belum sepenuhnya menjadi hak daerah, untuk itu Safrial terus mengusahakan Gas tersebut kembali ke Pemkab. Safrial mengharapkan masyarakat dapat mendukung usaha tersebut, Rabu besok (11/8) Safrial berangkat Kejakarta untuk memperjuangkan Gas Tanjab Barat.

PLTG Tebing Tinggi yang dibangun swasta tersebut dikatakan akan beroperasi tahun 2011, mudah-mudahan pembangunan ini berjalan lancar.
Baca Selengkapnya.... - Pemkab Tanjab Barat Bangun PLTG Tebing Tinggi

Minggu, 08 Agustus 2010

Masyarakat Masih Mengharapkan Safrial-Yamin Pimpin Tanjab Barat

Masyarakat Tanjab Barat masih mengrapkan Safrial-Yamin menjadi pemimpinnya, ini terbukti ketika deklarasi pasangan Safrial-Yamin yang dihadiri mendekati puluhan ribu massa.

Safrial-Yamin dianggap telah membawa banyak perubahan di Tanjab Barat, usaha Safrial seperti program pendidikan dan berobat gtatis yang telah terlaksana, mengusahakan jalan Jambi - Kuala Tungkal menjadi jalan nasional, jalan ini diusahakan untuk menunjang mengatasi jalur transportasi yang dieluhlan, di Kuala Tungkal Terdapat Pelabuhan Roro dan pusat Tempat Pelabuhan ikan yang terus ditingkatkan. Jalan dan pelabuhan ini diharapkan meningkatnya perekonomian Tanjab Barat dan terbukanya lapangan kerja baru.

Selain itu untuk mengatasi listrik yang notabene tanggung jawab PLN, Safrial terus berusaha mengatasinya dengan membangun PLTG baru di tebing tinggi dan kabarnya PLTU di Lubuk Kambing, masalah Air Bersih diusahakan dengan Membangun penyaluran air dari tebing Tinggi ke Kuala Tungkal. Banyak lagi usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahterahan masyarakat.

Jangan mihat hasil karena manusia tak pernah puas, dulu menginginkan jalan setelah jalan bagus muncul keingin baru. Kadang kala kita melihat hasil dan keseluruhan pembangunan namun tidak melihat perubahan.
Jadi lihatlah perubahan setelah Safrial-Yamin memimpin dan sebelum memimpin. Yang perlu kita ketahui pembangunan itu berjangka, pembangunan itu tak mungkin sekaligus usai. Jadi kita mengharapkan Safrial - Yamin dapat melanjutkan Programnya.
Baca Selengkapnya.... - Masyarakat Masih Mengharapkan Safrial-Yamin Pimpin Tanjab Barat

Komentar Masuk